by

Banjir Bener, 47 Rumah Rusak, Mobil Dan Fasiltas Lainnya

foto Supri Adi
foto Supri Adi

Redelong | Lintas Gayo– Banjir bandang yang melanda dua setelah dilakukan pendataan, ternyata merusakan 47 rumah. 12 hektar lahan perkebunan penduduk menjadi kubangan lumpur. Mobil , sepeda motor dan hewan ternak juga menjadi korban.

Data terahir yang didapatkan Lintas Gayo, di Posko bencana, di SD Karang Jadi, Senin (14/9/2015) sore, dari 47 rumah yang rusak itu, 26 rusak berat, selebihnya rusak ringan. Rincian rumah yang rusak itu; untuk Kampung Damaran Baru, Kecamatan Timang Gajah, 11 rusak berat dan 7 rumah rusak ringan. 12 hektar lahan perkebunan dirusak air dan terandam lumpur. 192 jiwa mengungsi.

Banner

Sementara untuk Kampung Pante Raya, Kecamatan Wih Pesam, 1 TPA hancur, 15 rumah rusak berat, 14 rusak ringan, satu mobil dilarikan air bah, 1 sepeda motor dan dua ekor kerbau. 65 warga mengungsi.

Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah, bekerja sama dengan intansi terkait, membongkar gorong-gorong dan memasang dengan yang baru, karena paska musibah ini, kondisi jalan tranportasi sudah tidak layak digunakan dan untuk mengantifasi meluapnya air.

Perbaikan paska banjir bandang di Bener Meriah. (Foto/ FB Arles Saputra)
Perbaikan paska banjir bandang di Bener Meriah. (Foto/ FB Arles Saputra)

Selain membuat gorong gorong, terlihat juga perbaikan arus sungai untuk memperlanjar jalanya air, serta mengantisifasi bila terjadi hujan deras dan tidak lagi menambah daftar korban.

Sementara itu, bantuan masa panik untuk para korban yang mengungsi dan ada yang tinggal tempat saudara, sudah disalurkan. Bantuan kemanusian dari berbagai pihak juga sudah mulai mengalir ke sana.

Sementara kondisi terahir di area musibah ini, sarana transportasi sudah normal. Namun cuaca di sana yang belum terlalu bersahabat, dan melihat keadaan berkemungkinan akan turun hujan, antisifasi kembali meluapnya sungai dan banjir bandang, sedang diupayakan pihak BPBD Bener Meriah. (Fazri Gayo)

berita terkait: Banjir Bandang

Comments

comments