by

Kisah Pemilik Mobil Kopi Arabika di Tengah Pandemi Covid-19

Takengen | Lintasgayo.com – Wabah virus corona (Covid-19) mempengaruhi beragam hal di Dataran Tinggi Gayo, salah satunya termasuk penjualan kopi mobil pangkalan.

Ujang (35) pemilik Whiendy’s Arabika Kupi yang sehari-hari mangkal di depan Gedung Olah Seni, Kota Takengon, Aceh Tengah, mengalami penurunan omset semenjak pandemi Virus Corona.

“Berat sekarang ini, berat sekali. Terasa sekali dampak virus corona ini, masyarakat gayo tidak keluar rumah seperti biasanya, dan penjualan kami menurun drastis,” katanya, Sabtu (4/7/2020), saat ditemui Lintasgayo.com.

Ia menuturkan, jam buka pun terpaksa dikurangi, jika hari biasa dia berjualan hingga tengah malam, kini hanya sejak pukul 10.00 WIB hingga pukul 18.00 WIB.

“Polisi dan TNI rajin berkeliling kota untuk mengingatkan warga tidak berkumpul. Jika ada warga berkumpul langsung dibubarkan.” Ungkap Ujang.

Lebih lanjut Ujang menceritakan, yang dulunya kerap melayani pembeli secara langsung dengan duduk di meja. Kini hanya sebagian warga memesan kopi dengan sistem beli bungkus.

“Ada juga satu atau dua orang minum kopi di sini. Itu pun sebentar saja. Lalu mereka pergi, karena malas juga kena razia polisi, TNI dan Satpol PP,” katanya sambil tertawa.

“Dampaknya, jika sehari biasanya saya bisa terima uang Rp 1,5 juta. Ini Rp 300.000 saja berat sekali,” cetusnya.

Ditengah merebaknya virus corona, dia terus berdoa agar wabah itu segera berlalu dari negeri ini.

Dia tak bisa membayangkan dalam jangka panjang penanganan virus belum berhasil diatasi.

“Saya punya I karyawan. Itu berat sekali gajinya dengan pendapatan sekarang,” jelasnya.

Meski begitu dia berkomitmen tidak merumahkan karyawannya. Namun, dia terus berdoa agar virus corona bisa segera diatasi, agar kami normal kembali berjualan. ( Irwan Yoga/FG)

Comments

comments

News