by

Jasad Korban Pembunuhan Pondok Gajah di Evakuasi

Tim Laboratorium Forensik Polda Aceh dan Sumatera Utara melakukan evakuasi terhadap jasad DS korban pembunuhan di Pondok Gajah kabupaten Bener Meriah. Jum’at 11/12/20. Putra Mandala

Redelong| lintasgayo.com – Pihak Labfor Polda Sumut dan Polda Aceh berhasil mengangkat mayat korban pembunuhan pada tanggal 27 April 2020 (bukan 2019), diduga mayat DS 38 tahun, di dusun Mulya Jaya, Kampung Pondok Gajah,Kecamatan Bandar, Bener Meriah. Jumat 11/12/2020.

Pantauan media ini dilapangan, Sebelum dilakukan pengangkatan mayat tersebut, tim terlebih dahulu melakukan pelebaran lubang untuk memudahkan pengangkatan mayat korban pembunuhan, tujuan agar tidak berserak dan memudahkan tim Forensik saat melakukan otopsi.

Kemudian setelah digali sedalam 2 meter, ditemukan secara bersamaan didalam meter dan lebar 2 meter, ditemukan 2 (Dua) buah selimut warna merah dan selimut warna hijau, 4 buah karung plastik 12 kilogram dan berpasir.

Disaat semua sudah dibersihkan kanan kiri mayat, yang posisi mayat dalam keadaan masih utuh dan telungkup. Kemudian mayat diangkat oleh tim Labfor dan dibantu masyarakat, dan mayat dimasukan ke kantong mayat dan dibawa ke RSUD Muyang Kute untuk diotopsi.

Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya,S.Ik, melalui Kasat Reskrim Iptu Rifki, saat dijumpai di TKP mengatakan bahwa pengangkatan dilakukan oleh tim Labfor Polda Sumut dan Tim Labfor Polda Aceh serta RSUD Muyang Kute dan didampingi oleh Sat Reskrim Polres Bener Meriah.

Menurut Kasatreskrim Iptu Rifki, setelah dilakukan penggalian mayat korban dibawa ke RSUD Muyang Kute dan akan dilakukan otopsi oleh tim Labfor Poldasu Medan juga Prokes Polda Aceh untuk dilakukan otopsi, hal ini kita serahkan kepada tim Forensik.

Maka dari itu kita tinggal menunggu hasil tes DNA nantinya, semua kita serahkan ke tim Forensik, setelah mereka melakukan otopsi dan hasil DNA nya keluar, maka jenajah akan kita kembalikan atau kita serahkan kepada pihak keluarga. Kata Rifki.

Sementara Tim Labfor Polda Aceh DR. Dr. Taufik Suryadi, S.PF, menyebutkan bahwa tim Laboratorium Polda Aceh akan melakukan pengambilan sampel terlebih dahulu terhadap jenajah, namun untuk otopsi ini yang agak lama dan memakan waktu sampai 2 atau 3 jam lebih.

Dalam hal ini kami yang melakukan penggalian agak lama karena terlalu sempit dan harus dilebarkan, selama penggalian di temukan posisi mayat telungkup jadi agak susah diangkat, dalam tim kami bergabung dari Labfor Polda Sumut dan Polda Aceh.

“Kita terlebih dahulu membawa mayat korban pembunuhan di Dusun Mulia Jaya, Kampung Pondok Gajah ini ke RSUD Muyang Kute dahulu untuk kita ambil sampel DNA serta diotopsi, dan selanjutnya akan kita ketahui hasilnya, Setelah itu kita akan serahkan kepada keluarga,” tutupnya.

Dalam penggalian dan pengangkatan mayat tersebut, disaksikan Kapolsek Bandar Iptu Agus Suyanto, KBO Reskrim Polres Ipda Suci,SH, Kepala Desa dan Aparat Kampung, Anggota Reskrim Polres dan Masyarakat setempat.(Putra Mandala)

Comments

comments