by

Pahlawanku yang Tak Tergantikan

Disaat kita termenung,terkadang terlintas di pikiran kita,  wajah ayah dan ibu kita yang telah bersusah payah buat kita. Sosok yang berjuang dengan maut demi kita, sosok yang mengorbankan hartanya, keringat darah dan air mata untuk buah hatinya.

Sebagai anak, kiranya kita harus senantiasa berdoa ke pada Allah SWT, agar dosanya diampuni, sebagai mana dijelaskan dalam Al Qur’an QS Al Lukman  ayat 14.

Di dunia ini diperingati hari ibu pada 22 Desember. Kiranya rangkaian kalimat ini punya makna buat ibu-ibu yang telah melahirkan anak-anaknya.

Sangking besar dan banyaknya pengorbanan ibu kita, yang telah melahiran kita, nyawanya di ujung rambut. Darah merah bercucuran ke bumi. Denyut jantung semakin kuat terpompa, nafasnya mulai naik dan turun dengan cepat.

Pahlawan hidup ini sedang  menghadapi sebuah perjuangan antara hidup dan mati. Manusia yang mau berkorban segala galanya demi anaknya. Sungguh tidak tergantikan dari perjuangan seorang ibu.

Demikian dengan perjuangan ayah yang tak kenal Lelah. Pergi diwaktu pagi pulang diwaktu sore , terkadang malam hari. Kakinya ada kalanya sudah dijadikan kepala, pontang panting mencari nafkah demi untuk manafkahi keluarganya.

Luar biasa perjuangamu Ine Amaku….. Kalian adalah guruku Pahlawanku. Tetesan keringatmu mewangi mengering dalam pelukan bumi.

Ayah… Di setiap helaian nafasmu

Dipenuhi dengan kasih sayang

Dan cinta kasih demi kebahagian anak-anakmu

Terik matahari. Derasnya hujan tak menjadi penghalang bagimu. Engkau tetap berjuang

Sampai titik di mana engkau tak sanggup lagi berdiri

Engkau Tak pernah bosan menasehatiku

Walau seringku membangkang

Sering marah dan seketika muncul rasa benciku padamu

Tapi kini aku sadar. Semua yang kau lakukan hanya demi kebaikan anak-anakmu

Terima kasih Ayah.Atas semua yang telah kau berikan.

Ibu…

Aku putri kecilmu.Putri yang selalu jadi kebanggaanmu. Namun, aku sadar, aku belum bisa jadi apa yang kamu mau.

Begitu banyak yang kamu berikan untuku. Hingga tak punya waktu untuk merawat dirumu. Tapi, suatu saat aku akan membahagiakanmu. Karna kamulah bagian dari hidupku.

“Ya Allah, ampunilah aku dan kedua orang tuaku. Baik ayah maupun ibuku, sayangilah mereka seperti mereka menyayangiku di waktu kecil”. ****

Putri Khairiya, siswi Pondok Pesantren Al- Azhar, Pejeget, Pegasing Aceh Tengah.

 

Comments

comments