by

Bahasa di Nusantara punah, bahasa Gayo?

Tangerang | Lintas Gayo – Di pengujung abad ke-21, bahasa Indonesia dan sejumlah bahasa lain di dunia terancam punah. Untuk bahasa-bahasa daerah di Indonesia, kepunahannya diperkirakan bisa mencapai 90%. Akibatnya, dari 746 bahasa daerah yang ada saat ini, hanya akan tersisa 75 nantinya.

Sugiyono, Kepala Bidang Peningkatan dan Pengendalian Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Indonesia Kementerian Pendidikan Nasional, mengemukakan hal tersebut dalam diskusi Pemakaian Bahasa Media Massa di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Terkait dengan masalah tersebut, bahasa Gayo perlu diajarkan kepada anak-anak, kata Zul yang lebih dikenal dengan Sakdul di Tangerang, Senin (10/9) Walaupun tidak tinggal di Gayo lagi, kata Pengurus Musara Gayo Rayon Ciledug itu, dia bersama istrinya tetap berbahasa Gayo di rumah. Kedua anaknya, tambah Sakdul biasa menonton Lawak Gayo untuk belajar bahasa Gayo. Ia menilai, media beraudio-visual tersebut cukup efektif dalam pembelajaran dan pengajaran bahasa (budaya) Gayo.

Secara terpisah, Ridhwan Salam, penulis buku “Tari Saman” mengungkapkan hal yang sama. Di rumahnya, mereka (suami istri) kerap mengajarkan bahasa dan budaya Gayo kepada anak-anaknya. Walapun awalnya agak sulit, karena lingkungan bertutur mereka tidak lagi berbahasa Gayo. Tapi, sekarang anak-anaknya, termasuk cucunya fasih berbahasa Gayo.

Ridhwan sempat heran saat mendapati anak-anak lebih berbahasa Indonesia saat pulang ke Takengon. Bahkan, Ridhwan menyayangkan, bahasa Gayo sudah jarang diajarkan dalam keluarga di Gayo. “Bahasa penting, karena itulah identitas kita. Karenanya, bahasa Gayo harus kita lestarikan” kata Ridwan Salam (Win Kin Tawar)

Comments

comments