Banda Aceh | Info Lintas Gayo : Dalam upaya pemertahanan bahasa Gayo, sebuah media layar kaca di Aceh, Aceh TV setiap seminggu sekali tepatnya setiap Jum’at pukul 21.00 – 22.00 Wib menayangkan sebuah program bernama “Keberni Gayo”, demikian penuturan Drs. Jamhuri, moderator program tersebut kepada ILG saat ditemui dirumahnya di Ie Masen Ulee Kareng Banda Aceh Selasa (25/1) malam.
Dijelaskan Jamhuri, tayangan berbahasa Gayo ini sudah berjalan selama 4 tahun dengan materi mengupas segala pernak-pernik isu-isu yang berkembang di Gayo umumnya.
“Seperti saat ini, sejak akhir tahun 2010 lalu sudah mulai panas masalah Pilkada Aceh baik pemilihan Gubernur/ Wakil Gubernur dan Bupati/ Wakil Bupati, maka kita sesuaikan judul bahasan dengan hal tersebut,” kata Jamhuri.
Untuk pemateri atau nara sumber, lanjutnya ayah 5 orang anak ini, kita meminta kesediaan sejumlah tokoh yang ada di Banda Aceh atau dari Tanoh Gayo sendiri.
“Selama program tayangan, nara sumber diharuskan selalu menggunakan bahasa Gayo sebagai bahasa utama, kecuali untuk istilah-istilah tertentu,” paparnya lebih lanjut sambil menambahkan pihaknya juga memberi kesempatan kepada pemirsa untuk berdialog interaktif dengan nara sumber selama tayangan berlangsung.
Sayangnya program tersebut hanya bisa disaksikan di Banda Aceh dan sekitarnya. Sementara untuk daerah lain khususnya kawasan Tanoh Gayo belum terjangkau.Untuk ini, secara terpisah seorang warga Banda Aceh asal Gayo, Fikri menyatakan harapannya agar secepatnya diupayakan bisa disaksikan di seluruh Aceh hingga pedalaman atau malah lebih luas lagi.
“Program berbahasa Gayo ini sangat bagus apalagi sudah bertahan hingga 4 tahun. Sangat disayangkan tidak bisa dinikmati oleh sebagian besar komunitas Gayo. Apalagi acara tersebut disponsori Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah. Kan sangat mengherankan jika warga Aceh Tengah sendiri tidak bisa menyaksikan tayangan yang dibiayai oleh uang mereka,” pungkas Fikri (Aza)