by

Didong Massal di Bener Meriah akan Catat Rekor MURI

Suasana latihan Didong massal di lapangan Sengeda Bener Meriah. (Lintas Gayo | Maharadi)
Suasana latihan Didong massal di lapangan Sengeda Bener Meriah. (Lintas Gayo | Maharadi)

Redelong | Lintas Gayo – Persiapan  Didong massal yang akan dilangsungkan pada acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Bener Meriah sudah matang. Pertunjukan ini berbarengan dengan penutupan even pacuan kuda yang dilangsungkan di lapangan Sengeda Kabupaten Bener Meriah, Minggu (13/1/2013) mendatang.

Sebanyak 2000 orang penepuk keseniaan tradisional Didong ditambah dengan 13 orang Ceh Didong akan unjuk kebolehan berseni Didong dan akan tercatat sebagai rekor di Museum Rekor Indonesia (MURI).

“Pencatatan rekor MURI ini sekaligus sebagai upaya pengenalan kesenian Didong  kepada dunia, karena hal ini baru pertama sekali di pertunjukan dengan 2000 penepuk dari berbagai kalangan,” kata Dar Ismuha, pelatih sekaligus koreografer didong massal tersebut, Jum’at (11/01).

Lebih lanjut Dar Ismuha disela-sela latihan tersebut, konsep tampilannya berbentuk bundaran yang melingkar. Lingkaran pertama akan di isi oleh 13 Ceh Didong, di lingkaran selanjutnya akan di isi sebanyak 15 lingkaran  oleh penepuk sebahagian besarnya adalah siswa dan pelajar di kabupaten Bener Meriah.

“Tampilan bentuk lingkaran ini, bermakna bahwa cerminan Urang Gayo yang bersatu, persamaan atas senasib sepenangungan, perjuangan dan penderitaan,” jelas Muha.

Sementara, Irmansyah selaku  Ketua Seksi acara dalam kegiatan tersebut mengatakan persiapan penampilan Didong massal untuk mencatat rekor MURI ini sudah mencapai 90% dari keseluruhan koreografinya.

Bupati Bener Meriah Ruslan Abdul Gani melalui salah seorang panitia lainnya mengatakan even ini adalah bagian dari pengenalan sekaligus promosi seni budaya Gayo serta potensi lainnya yang dimiliki Bener Meriah.

Acara penutupan HUT Kabupaten Bener Meriah akan dihadiri oleh  Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Helmy Faishal Zaini serta Gubernur Aceh, dr. Zaini Abdullah serta beberapa pejabat pemerintah lainnya.

Pertunjukan tersebut juga dilengkapi dengan pembacaan puisi oleh dua penyair Gayo kawakan Fikar W Eda dan Salman Yoga S. (Maharadi/Red.03)

Comments

comments

News