by

Didong dan Debus Juga Ikut Dalam Peringatan Satu Dekade Tsunami

Mahasiswa Gayo dan Aceh Padang berdidong dalam rangka peringati 10 tahun tsunami aceh (Foto: IST)
Mahasiswa Gayo dan Aceh Padang berdidong dalam rangka peringati 10 tahun tsunami aceh (Foto: IST)

Padang | Lintas Gayo –  Masyarakat Aceh tidak akan pernah lupa dengan tanggal 26 Desember, apalagi pada 10 tahun silam. Mahasiswa Sumatera Barat membuat acara memperingati Satu Dekade Tsunami Aceh, Kegiatan tersebut juga dilaksanakan sebagai ucapan terima kasih masyarakat Aceh kepada dunia (Tanks To World).

Dalam acara bersejarah Aceh, Himpunan Mahasiswa Pemuda Aceh (HIMPAC) bekerja sama dengan Forum Komukasi Masyarakat Pemuda Gayo (FKMPG) untuk memperingati hari bersejarah tersebut. Acara yang bertajuk “Sejarah Sebagai Pelajaran Generasi Muda….” yang diselenggarakan 26/12/2014, di Ladang Tari Nan Jombang, Balai Baru Padang, kecamatan Kuranjin, Padang Utara, kota Padang. Kata salah satu pengisi Acara  kepada Lintas Gayo saat di hubungi melalui Massanggernya, Malam.

Dewi Ervina selaku MC, juga mengatakan, “Acara yang awali dengan Zikir Akbar oleh seluruh Mahasiswa, dan Undangan Masyarakat Aceh yang berada di Sumbar, khususnya di seputaran Kota padang, kemudian setelah Sholat jum’at dilanjutkan lagi dengan acara Ceremonial, serta Pertunjukan Saman dipersimpangan Jalan kantor DPR, sambil mengajak massa ke acaraa malam pucaknya”, ungkap Vina panggilan sehari-harinya.

Dalam acara tersebut seluruh kesenian Aceh di tampilkan secara teratur sesuai dengan roundoun acara yang telah disusun oleh panitia penyelenggara, mulai dari Tari persembahan Ranup Lam Puan, Saman, Akustik, Debus, Didong, dan Baca Puisi.

Penonton sempat agak tegang saat pertunjukan Debus dimulai, Histeris melihat pertunjukan tersebut yang menyayat-nyayat badanya sendiri tanpa luka sedikitpun. Setelah penonton tegang dengan penampilan Debus tersebut, suasana menjadi tentram kembali saat Bantal Didong mulai berguncang.

Sementara itu Irvan Kinara, menambahkan, “banyak yang mengapresiasi pada penampilan Didong, tidak tau kenapa, mungkin karena kebanyakan dari mereka (Penonton, dan Mahasiswa-Red) berasal dari Aceh Pesisir, makanya banyak yang antusias”, Tambah Ivan,  panggilan Putra Bener Meriah ini.

“Bukan hanya itu, penonton juga bersorak untuk meminta tambah, satu lagu lagi, tapi dalam pertunjukan ini kitakan bermain dengan durasi, makasnya kami tidak menambahkan satu lagu lagi”, tutup Ivan. (Iwan Rantow)

Comments

comments

News