by

Lima Falsafah Gayo Sudah Pudar

Banda Aceh | Lintas Gayo : Kegiatan “Kuliah Edet Gayo” kembali digelar oleh Bidang Penelitian dan Pengembangan Himpunan Mahasiswa Pemuda dan Pelajar Bener Meriah (HPBM) Banda Aceh yang kali ini menghadirkan pemateri seorang tokoh masyarakat Gayo yang berdomisili di Denmark, Yusra Habib Abdul Gani. Kamis (7/4) malam.

Dalam kuliah sederhana yang dihadiri oleh mahasiswa Gayo asal Bener Meriah dan Aceh Tengah serta pengurus Keluarga Nenggeri Antara (KNA) Banda Aceh mengambil tema “Gayo di Mata To’et”  tersebut Yusra Habib Abdul Gani menyampaikan bahwa, kekayaan sumber daya alam Gayo yang melimpah bukan merupakan jaminan kesejahteraan bagi urang Gayo, akan tetapi kedepan untuk dapat mensejahterakan rakyat Gayo dibutuhkan pemikiran brilian untuk dapat memanfaatkan SDA tersebut.

“Salah satu solusi mengenai masalah ini adalah kuota pendidikan harus disesuaikan dengan pengelolaan SDA tersebut”, simpul Yusra

Selanjutnya untuk pembangunan tanoh Gayo ke depan para pemimpin di Tanoh Gayo harus kembali memegang kembali lima falsafah Gayo (adil, jujur, amanah, berani, tanggung jawab dan profesional) yang kini mulai memudar.

Mengenai arah pembangunan Gayo kedepan Yusra menyampaikan ada tiga pertanyaan yang harus dijawab oleh pemerintah baik Pemkab Bener Meriah ataupun Aceh Tengah yaitu, apakah Tanoh Gayo akan menjadi daerah agribisnis ?, apakah Tanoh Gayo akan dijadikan daerah industri ?, atau Tanoh Gayo akan dijadikan sebagai daerah yang mengkomplikasikan antara agribisnis dan industri ?

Diakhir acara tersebut tersebut Ketum KNA Banda Aceh, Ruslan Abdul Gani menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut dan memberikan tantangan kepada peserta diskusi untuk membedah “Cerite Atu Belah” dan kekerabatan Gayo yang ada di Negeri Antara dengan sebuah Provinsi yang juga bernama “Papa Gayo” yang ada di Costarika.

Menurut Sekretaris HPBM Banda Aceh, Rizki Wan Okta Bina kegiatan Kuliah Edet ini merupakan kegiatan rutin bulanan sebagai bentuk perwujudan visi HPBM Banda Aceh yaitu mengembalikan jati diri mahasiswa asal Gayo diperantauan. (RKNL)

Comments

comments

News