by

Tiwi, Vivi dan Nisa Duta Putri Kopi Dari Aceh

Banda Aceh | Lintas Gayo : Publik dipastikan bingung dengan sejumlah pemberitaan terkait Putri Kopi yang akan mewakili Aceh ke pemilihan Putri Kopi tingkat nasional di Jakarta yang dimulai 14 April 2011.

Seperti di situs berita Lintas Gayo, memberitakan Khairunnisa yang biasa dipanggil Nisa sebagai duta Putri Kopi dari Aceh yang dipilih melalui proses pemilihan oleh salah satu Even Organizer di Banda Aceh beberapa waktu lalu.

Disisi lain, ada nama Dimas Dewi Pertiwi asal Aceh Tengah dan Vivi Anggreini dari Aceh Utara akan mewakili Aceh mengikuti pemilihan putri kopi Indonesia tersebut atas pilihan pihak Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh dengan bukti otentik berupa secarik surat yang ditandatangani Kepala Dinas tersebut, Rasyidah M Dallah, SE, MSi dengan surat Nomor BP.556/846/2011 tertanggal 5 April 2011.

Menurut keterangan Tiwi, nama kecil Dimas Dewi Pertiwi yang dihubungi melalui telepon, dirinya dan Vivi resmi berangkat besok, Kamis (14/4) pagi pukul 07.00 Wib dengan pesawat dari Bandara Blang Bintang.

“Kami diberangkatkan besok bersama pendamping dari Dinas Budpar Aceh yang bernama M Rizal dan Nurlaila. Dan sepanjang hari ini kami diberi sejumlah pembekalan,” kata Tiwi yang mengaku baru saja melakukan latihan menari bersama Vivi sore tadi.

Menurut Tiwi, dirinya mengetahui Khairunnisa juga berangkat ke Jakarta untuk ikut di ajang tersebut. “Kan karena dimungkinkan oleh panitia maka dia juga diberangkatkan,” ujar Tiwi dengan nada santai seraya mengaku belum pernah bertemu dengan Khairunnisa.

Sementara menurut keterangan Ramadhani, M Bus dari Bidang Promosi Disbudpar Aceh, pihaknya membenarkan akan memberangkatkan Tiwi dan Vivi ke Jakarta untuk mengikuti sesi pemilihan Putri Kopi tingkat Nasional.

“Kita mendapat surat resmi dari pihak kementrian Kebudayaan dan Pariwisata RI yang dikuatkan dengan perintah dari Gubernur Aceh untuk mengikutsertakan calon puteri kopi dari Aceh,” kata Ramadhani.

Untuk Putri Kopi yang dipilih EO, dirinya enggan memberi komentar panjang. “Kita positif thingking sajalah dalam menyikapi masalah ini. Yang jelas semuanya beritikad baik untuk mempromosikan Kopi Aceh yang berasal dari Gayo agar lebih dikenal luas oleh dunia,” ujar Ramadhani yang juga meminta agar semua pihak bisa memahami sejumlah kendala yang dihadapi pihaknya terutama terkait rentang waktu yang sangat singkat juga persoalan dana sehingga tidak memungkinkan untuk menyelenggarakan pemilihan Putri Kopi sebagaimana yang diharapkan.

Ditanya target, Ramadhani mengharapkan agar Tiwi dan Vivi tampil percaya diri sebagai duta Aceh dan memunculkan image bahwa Aceh itu aman dan nyaman untuk dikunjungi wisatawan dan investor.

Dan yang terpenting bagi keduanya adalah jangan pertaruhkan nama Aceh, negeri yang bersyari’at hanya untuk sebuah kemenangan. “Tiwi dan Vivi tidak dibenarkan melepaskan jilbab yang merupakan salah satu bentuk jati diri Aceh,” tegas Ramadhani.

Keterangan lainnya diperoleh dari M Rizal, salah seorang pendamping Tiwi dan Vivi ke Jakarta. Dirinya mengakui akan berangkat besok pagi ke Jakarta dan berharap dukungan seluruh masyarakat Aceh umunya. Rizal berharap agar diberi masukan-masukan terutama terkait kopi untuk memperkaya wawasan Vivi dan Tiwi.

Seperti halnya Tiwi, dirinya juga mengaku belum kenal dengan Khairunnisa yang juga dikabarkan berangkat ke Jakarta besok pagi. “Saya belum pernah bertemu dengan Khairunnisa, mudah-mudahan kami dapat berkenalan dengannya di pesawat atau setibanya di Jakarta,” pungkas Rizal sambil menambahkan bahwa panitia pelaksana pemilihan Putri Kopi tingkat Nasional memberi peluang secara terbuka kepada siapa saja untuk menjadi peserta pemilihan Putri Kopi tersebut.

Artinya, baik Dimas Dewi Pertiwi, Vivi Anggraini maupun Khairunnisa adalah duta putri kopi dari Aceh yang akan diseleksi ditingkat Nasional untuk menjadi duta World Queen Of Coffee di Columbia.(windjanur)

Comments

comments

News