by

Bukan Perempuan Biasa I

kkkkkkkkkkkkkk-001

Kisah ini merupakan kisah nyata yang dialami seorang Pria berusia 43 Tahun, ia menemukan pasangan hidup yang ke dua kalinya, setelah wanita pertama yang dinikahinya 18 tahun yang lalu pergi meninggalkanya.

Pria kelahiran sebuah kota kecil di Provinsi Aceh 43 tahun silam ini, bernama Hengky Purnomo. Dia berpenampilan menarik, cerdas, tegas dan dia juga agak tempramen. Semenjak aku mengenalnya dia tak pernah takut dan gentar berhadapan dengan siapapun. Hengky panggilan akrab pria tersebut menceritakan kisahnya kepadaku.

Delapan belas tahun yang lalu, Hengky Purnomo menikahi seorang gadis cantik asal Bandung Jawa Barat. Erni nama wanita tersebut. Atas dasar cinta, mereka berjanji sehidup semati, bahkan semasa berpacaran dulu mereka berjanji hidup dalam suka maupun duka.

Pasangan ini terlihat sangat serasi, ya… bisa dikatakan pasangan ideal karena Hengky memiliki wajah ganteng dan Erni memilki paras yang cantik.

Hari berganti hari, bulanpun bergant, bahkan tahunpun dilalui, pasangan ini di anugerahi anak pertama, ke dua dan ketiga. Anak-anak mereka tumbuh besar menjadi remaja dalam bimbingan Hengky dan Erni.

Pada pertengahan tahun 2000, badai besar mulai datang, badai itu berawal sejak Hengky sering bepergian keluar kota, dia mengunjungi diskotik dan hal itu terus dilakukannya hampir setiap malam selama dia berada di kota besar yang dikunjunginya.“ Niat saya ingin refresing saja ,” kenang Hengky.

Hentakan musik dalam suasana diskotik, dia seperti melupakan segalanya, parahnya lagi Hengky mencoba mengkonsumsi narkoba jenis sabu-sabu. “ Pertama aku menelan pil setan itu, aku seperti terbang. Bahkan pada satu malam aku sempat tidak ingat berapa pil sudah aku telan, aku tersadar setelah 24 jam berlalu “. Ungkapnya.

Ketagihan, kecanduan serta ketergantungan, aku seperti “terikat” dengan dunia tersebut, terkadang aku hanya 3-4 hari pulang ke kotaku, setelah itu aku pergi lagi dan hal tersebut hampir berjalan 2 tahun lamanya. Sembari menghisap rokok Hengky mencoba mengenang masa lalunya yang kelam itu.

Sang istri, Erni mulai curiga dengan seringnya suami pergi ke luar kota meninggalkan dirinya dan anak anak, ditambah lagi tabungan keluarga yang mulai terkuras. Lalu, sepandai-pandai tupai melompat satu saat akan jatuh juga, mungkin pribahasa ini yang cocok untuk Hengky. Karena Erni telah mengetahui pekerjaan suaminya yang ketagihan dugem dan narkoba.

Hubungan mereka semakin hari semakin tidak harmonis karena Erni tidak menyukai suaminya yang mengkonsumsi narkoba. Bahkan, karena sudah tidak tahan lagi, Erni meminta cerai dari Hengky.

“ Aku tidak sanggup lagi melihat dan mendengar tingkah laku kamu bang ,” ungkap Erni. Namun, Hengky mencoba menjelaskan kepada Erni bahwa dia akan berubah. Dengan ucapan tersebut. Erni memberikan kesempatan kepada suaminya untuk bisa meninggalkan  narkoba.

Pengakuan Hengky untuk berubah meninggalkan narkoba hanya pepesan kosong saja, Dia tak bisa menahan diri tanpa mengkonsumsi sabu-sabu (SS), hal itu tercium juga ke telinga Istri. Tak ayal lagi perang antara pasangan suami istri ini terjadi.

Dengan lantang Erni berkata “ Aku tidak bisa mempertahankan hubungan kita bang, aku tidak bahagia bersamamu “ sebaiknya kita cerai teriak Erni.

“ Coba kamu pikirkan dulu, apakah kamu tidak bisa bersabar aku akan berubah pelan-pelan ”. Ungkap Hengky berharap.

Tidak, !!! aku sudah bulat pikiranku bahwa kita harus cerai….

“ Baiklah, kalau itu yang kamu minta, namun kamu dan anak-anak tidak boleh pergi dari rumah ini, biar aku yang keluar dari rumah ini.” Rumah ini kubangun sudah  ku niatkan untuk kalian ,” jadi biarlah aku yang keluar dari rumah ini.

Hengky ahirnya keluar dari rumah yang dibangunnya beberapa tahun yang lalu, dia menyewa sebuah kamar disebuah penginapan yang kebetulan milik temannya, penginapan itu tidak jauh dari kediaman anak dan istrinya.

Kehidupan Hengky mulai tidak menentu, setiap dia bertemu dengan teman teman sesama pemakai. Barang haram itu selalu dikosumsinya, pada satu hari diluar dugaan dia mengalami hal yang aneh, tiba tiba badanya tidak bisa digerakan lagi.

Sementara dia masih sadar dan ingatanya normal, tapi tangan dan kakinya tidak bisa digerakan lagi, atas anjuran keluarga Hengky harus diopname di salah satu RSU ,“ saya pikir saya mati saat itu ,” ungkap hangky.

Setelah pulih dari sakit, Hengky masih menjalani hidup menduda, dia merasa sepi, biasanya ada anak dan istri yang menemaninya. Setahun menjalani hidup sendiri, kehidupannya sebagai pengguna narkoba tetap dijalani, meski ingin keluar dari ketergantungan itu, tapi tak sanggup.

Suatu hari dalam pesta seorang teman, Hengky hadir dalam acara itu, sembari menikmati musik dalam suasana  pesta, dia beradu pandang dengan seorang wanita. Wanita itu sebelumnya sudah Hengky kenal, semasa sekolah dulu. Dia  memberanikan diri menyampari perempuan itu.

“ Kamu yang tinggal di Kampung melati? .” Ungkap Hengky menyapa perempuan itu. Iya jawab Nisa singkat. Perempuan ini bernama Nisa yang pernah satu sekolah dengan Hengky, namun Nisa merupakan adik kelasnya.

Sekarang Nisa tinggal dimana? saya sudah tinggal di sini, sebelumnya saya di Yogyakarta, setelah berpisah dengan suami, saya kembali kesini. Ungkap Nisa terus terang. Wow…tak diduga ternyata duda ketemu janda, namun Nisa belum mengetahui kalau Hengky berstatus Duda.

Perbincangan mereka terhenti ketika MC memanggil nama Nisa untuk naik ke panggung menyumbangkan lagu, Hengky mendengar nama gadis itu dipanggil naik ke atas pentas.

Sebelum Nisa naik ke panggung, Hengky mengusulkan agar dia menyanyikan lagu To be with you, just take my hard (MR.BIG). Permintaannya dipenuhi mantan adik kelasnya itu, dengan suara khasnya Nisa mampu menyanyikan lagu tersebut.

Pertemuan mereka sangat singkat, sebelum berpisah mereka saling berbagi no Hp. Sambil melempar senyum merekapun berpisah ditengah kerumunan undangan yang menghadiri pesta perkawinan tersebut.

Dua hari kemudian pesan singkat dilayangkan Hengky melalui SMS, saat itu dia hanya menanyakan kabar Nisa. “Apa kabar Nisa”? bunyi SMS tersebut. Dia merasa senang ketika SMS yang dikirim langsung direspon Nisa. Sejak saat itu ke dua insan yang berlainan jenis ini pun sering berkirim SMS. Hengky mengaku  kala itu merasa tidak lengkap ketika ia tidak menerima SMS dari Nisa.

Entah kenapa Hengky menumpahkan segala persoalan yang dihadapinya, bahkan dia meminta Nisa untuk membantu mengobati “Penyakit” yang meracuni dirinya. Dia mengaku kepada perempuan tersebut adalah pemakai narkoba.

Saat ini Hengky sangat butuh seseorang untuk melepaskannya dari dunia menyesatkan itu. Nisapun memberi motivasi kepada Hengky. Nisa berjanji akan berupaya melepaskan dia dari narkoba.

Ahirnya ke duanya terlihat makin akrab, penulis sering melihat mereka duduk bersama. Pada sebuah kesempatan, penulis dan beberapa rekan berdiskusi disebuah penginapan di kota kecil ini.

Seorang rekan yang bernama Adi, sangat akrab dan peduli terhadap Hengky. Adi meminta agar Hengky menghentikan kebiasaanya menggunakan narkoba. “ Saya minta hentikan kebiasaan menggunakan narkoba itu bang ,” pinta sahabat sekaligus junior Hengky.

Dengan nada lantang Hengky menjawab ,“ Catat!.. aku bisa tinggalkan dunia yang menghancurkanku ”. Abang janji ?,” Adi mencoba menyakinkan apa yang dia dengar dari mulut sahabatnya itu. Saya janji ungkap Hengky dengan nada yang lembut.

Adi menampali .“ Jika abang terjerat hukum dan dipenjara gara-gara narkoba, maka saya bersumpah tidak akan melihat abang dipenjara .” Ungkap Adi, tegas dan sedikit mengancam.

Aku (Penulis) hanya diam tidak banyak mengomentari janji Hengky itu. Jujur, aku kurang yakin apa yang baru saja kudengar dari Hengky yang berjanji tinggalkan dunia yang memporak porandakan hidupnya dan keluarganya.

Aku pamit pulang, karena hari sudah menjelang sore, sesampai dirumah aku coba mengambil sebuah pena dan merangakai sebuah puisi yang khusus kubuat untuk Hengky Purnomo.

Puisi itu kuberi judul “telah usai”, aku mencoba merekam puisi tersebut dan besok aku akan berikan kepada Hengky Purnomo. Keesokan harinya puisi itu langsung ku kirim ke Hp-nya, aku berharap dia mau mendengarkan puisi tersebut, sebagai pesan moral yang kusampaikan dalam sebuah puisi.

Waktu terus berjalan, aku mendengar Hengky mampu meninggalkan narkoba, aku agak tak percaya. Ternyata, Nisa adalah wanita dibalik keberhasilan itu semua. Dia  memberikan sugesti dan motivasi besar, mampu merubah Hengky meninggalkan narkoba.

Empat bulan berikutnya, Hengky Purnomo, bertekad dan berniat ingin mempersunting Nisa, namun hal itu masih dia pendam. Dalam sebuah kesempatan Hengky memberanikan diri, mengatakan langsung kepada Nisa.

” Aku inginkan kamu menjadi istriku ,” mendengar kalimat tersebut, Nisa tersentak mendengar ucapan Hengky dan tak mampu berkata, bibirnya bergetar. Hengky menambahkan tak ada yang lain, “hanya kamu’’ tegas Hengky.

Diluar dugaan ternyata Nisa juga mengalami hal yang sama. Diam-diam Nisa juga yakin Allah telah memberikan jodoh yang lain baginya setelah satu tahun menjanda.  Dia bersedia menjadi istri Hengky.

Sebuah pertanyaan yang dilontarkan Hengky saat itu, “Kenapa kamu mau”, Nisa menjawab “ karena aku telah berniat ”. Jawab nisa singkat. Niat apa? Tanya Hengky, Niat ingin melepaskan kamu dari dunia narkoba, aku akan mengawasimu sampai ahir usiaku, ungkapan Nisa, kalimat itu membuat Hengky terkejut.

Dua hari kemudian  Hengky meminta do’a restu kedua orang tuanya dan anak-anaknya, ternyata semua anggota keluarga setuju Hengky berkeluarga kembali.

Kini Hengky benar-benar berubah, ia mendekatkan diri kepada sang Pencipta dengan melakukan sholat.

Hengky sering terlihat di Masjid Ruhama Takengen, dia mengatakan ternyata dengan sholat mampu membakar prilaku negatif yang pernah dia lakukan dimasa lalunya.

Saya bisa berubah seperti ini karena motivasi kuat dari istri saya. Allah telah mengirimkan “ Bukan perempuan biasa ” dalam hidup saya. Basarudin Gayo (bersambung).

Comments

comments