by

Puisi-Puisi Muhammad Hamka

Perjalanan

Menyusuri jalan dalam lorong yang tak bertepi

Namun yang ada hanya senyap menerjang

Sementara dentingan asa yang pernah kau patri

Tak lagi membekas dalam sukmaku

Karena semuanya telah tenggelam oleh alunan sepi

Saat engkau meninggalkannya dalam balutan hening

Yang kini mulai menggerogoti jiwaku

 

 

Cinta Hakiki

Katamu semuanya indah bila dengan cinta

Tapi nyatanya sekarang engkau mulai mengoceh

Oceh tentang cinta yang muram!

Oceh tentang cinta yang redup!

Oceh tentang cinta yang absurd!

Oceh tentang cinta yang nelangsa!

Karena itu mari kembali mereguk cinta hakiki

Dalam cinta yang teduh dan abadi Sang Khalik

 

Hanif

Jiwamu kian kerontang dalam petualangan yang tak berujung

Namun engkau masih juga memburunya dengan penuh nafsu

Marilah pulang ke tempat asal

Sembari mengajak hati bertafakur

Dalam sujud yang panjang dan khusyu

Tuhan, kami kembali kehariban-MU

Dengan penuh ketundukkan sebagai insan yang hanif

 

Takengen, 31 Agustus 2013

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.