by

Pemohon Bantuan Duduki Kantor Gubernur Aceh

Pemohon bantuan memperlihatkan proposal (Foto: Serambi)
Pemohon bantuan memperlihatkan proposal (Foto: Serambi)

Banda Aceh | Lintas Gayo – Ratusan warga dari berbagai kabupaten/kota di Aceh sempat menduduki Kantor Gubernur Aceh untuk menyerahkan proposal bantuan usaha pribadi kepada Wagub Muzakir Manaf, sejak Rabu (11/12) pagi hingga menjelang Isya tadi malam. Hal ini mereka lakukan karena pihak Kantor Gubernur sudah menyetop penerimaan proposal ini lantaran pemohon sudah mencapai 10.000 orang hingga Selasa (10/12/2013).

Amatan Media ini, sejak pukul 10.00 WIB kemarin ratusan warga sudah memadati lobi Kantor Gubernur Aceh. Sebagian ada yang tidur-tiduran beralaskan koran atau kardus tipis di lantai satu maupun di teras belakang. Sampah tampak berhamburan di lantai. Petugas cleaning service berkali-kali menyapu sampah di sela-sela kaki pengunjung.

Menjelang malam, sebagian besar pemohon proposal sudah meninggalkan Kantor Gubernur Aceh. Namun, sebagian lagi ada yang bertahan di situ sampai azan Isya berkumandang.

Saat dicek ulang pukul 21.00 WIB tadi malam, sudah tak ada lagi pemohon proposal yang bertahan di lantai satu Kantor Gubernur Aceh. Tapi, menurut Yunisar, seorang pegawai Kantor Gubernur Aceh, pada malam sebelumnya, Selasa (10/12), beberapa pemohon proposal justru memilih tidur di lantai satu kantor itu.

Kemarin, rata-rata mereka yang memegang proposal bantuan ini tampak kecewa saat membaca pengumuman yang ditempel pada beberapa tempat di kantor itu. Pengumuman itu bunyinya: Atas arahan Gubernur/Wagub Aceh diberitahukan bahwa penerimaan proposal bantuan telah ditutup mulai tanggal 11 Desember 2013.

Di samping pengumuman itu, pegawai Kantor Gubernur Aceh juga menempelkan berita Serambi kemarin berjudul “Proposal Bantuan Distop”. Pemohon lelaki, perempuan, tua, dan muda merepet-repet membaca kedua informasi ini. “Kalau memang distop kenapa tidak diinformasikan beberapa hari sebelumnya? Kalau diberitakan atau diumumkan hari ini, semestinya untuk ditutup beberapa hari kemudian, jadi kami tahu. Apalagi kami warga miskin ini mana sempat baca-baca koran,” kata Sulaini Affan (60), warga Tungkop, Aceh Besar, yang mengajukan bantuan modal usaha untuk bengkelnya.

Nasib lebih memprihatinkan dialami Habibah (64) dan adiknya Latifah (60), warga Cot Kupok, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara. Keduanya menumpangi minibus L-300 dari kampung halamannya itu dan baru tiba di Kantor Gubernur Aceh kemarin pagi setelah menempuh perjalanan sekitar tujuh jam. Keduanya mengaku di kampung sedang musim tanam padi, namun pekerjaan itu mereka tinggalkan karena baru beberapa hari lalu seorang di antara famili mereka mendapat uang bantuan Rp 3 juta dari Wagub Aceh.

“Karena itu pada Senin kemarin, kami langsung urus proposal ini dengan membayar 12.000 rupiah satu proposal. Malamnya berangkat ke Banda Aceh, ongkos L-300 Rp 75 ribu per orang, tetapi sampai ke sini, satpam memberitahukan tidak diterima lagi, padahal informasi yang berkembang di kampung permohonan ini diterima sampai 15 Desember 2013. Rasanya kami tak mau pulang, jika bantuan tak diberikan,” kata Latifah sambil memperlihatkan proposalnya untuk modal berdagang.

Kemudian, kedua perempuan tua itu dan banyak warga lain tidur beralaskan koran di lantai kantor gubernur. Mereka kadang terbangun saat terdengar suara pengumuman yang ternyata menginformasikan bahwa permohonan proposal ditutup. Namun, pengumuman ini juga tak menyurutkan semangat mereka untuk tetap menunggu.

Sementara itu, dua pintu menuju lantai dua atau ke ruang Gubernur dan Wagub Aceh ditutup. Namun, di lantai dua ini juga dipenuhi warga yang naik menggunakan lift dan satu tangga yang agak tersembunyi di samping pos satpam. Warga semakin kesal ketika melihat sejumlah kertas pengumuman nama-nama pemohon jauh hari sebelumnya yang proposal mereka sudah disetujui Rp 3-5 juta dan nama mereka sudah dikirim ke Dinas Keuangan Aceh (DKA). Pengumuman ini ditandatangani Kepala Biro Umum Setda Aceh, Mustafa.

Informasi diperoleh Serambi, hampir semua pemohon yang menduduki Kantor Gubernur Aceh baru meningalkan kantor tersebut menjelang shalat Isya. Hingga sore polisi tetap setia mengawal keramaian tak terduga di akhir tahun ini.

Sedangkan Kepala Biro Humas Setda Aceh, Nurdin F Joes mengatakan, Gubernur dr Zaini dan Wagub Muzakir Manaf tetap komit hanya menerima proposal yang sudah masuk 29 November-10 Desember 2013 dengan jumlah pemohon 10.000 orang. Total bantuan tak terduga yang diberikan dari dana bansos dan operasional Wagub ini Rp 500 ribu per orang, kecuali beberapa orang yang sudah telanjur diberikan Wagub Rp 3 juta-5 juta per orang ketika awal-awal bantuan itu dimohonkan warga. (Serambi)

Comments

comments

News