by

Akhirnya Hanya Menang 20 Suara

Hamdan Guru Gama
Hamdan Guru Gama

Bebesen | Lintas Gayo – Ada yang menegangkan dari Dapil 4 Aceh Tengah. Dapil yang penuh kompetitif dan persaingannya sangat ketat. Bukan hanya persaingan seru antara satu partai dengan partai lainnya, namun sesama Caleg dalam satu Partai juga tak kalah menariknya dalam kejar-kejaran suara.
Ketika ada suara hilang, satu suara saja, aksi protes muncul. Suara itu walau kecil sangat menentukan siapa yang lolos ke DPRK. Caleg yang paling sering “berbenturan” adalah hamdan Guru Gama dari Nasdem.
Pedomannya jelas formulir C1. Pemilu kali ini berbeda dengan sebelumnya. Berapa suara yang didapat sudah dapat dilihat dari rekap formulir C1 yang dibagikan ke partai dan saksi. Seluruh partai dan siapa yang dipilih ada dalam formulir itu. Untuk bermain sangat sulit, karena form itu ada di seluruh partai.
Namun peluang bermain itu ada celah, karena angka yang tertera dalam form C1, jarang diterangkan dengan huruf. Sehingga angka itu ada yang iseng mengutak-atik. Misalnya seseorang mendapatkan suaranya 6, karena tidak ditulis dengan huruf enam, maka ada yang menambahkan angka satu didepannya menjadi 16.
Namun itu akan ketahuan, saat dilangsungkan rekap. Para saksi dari seluruh partai akan protes mengapa angkanya demikian. Pemilu kali ini soal perolehan suara sudah mendekati kejujuran. Sulit bermain.
Menang Tipis

 

Mukhsin dan Nazar, keduanya kembali ke DPRK Pileg 2014
Mukhsin dan Nazar, keduanya kembali ke DPRK Pileg 2014

Dengan pedoman form C1 itulah para Caleg bersikeras mempertahankan “hak” yang menurutnya benar. Di Dapil 4 posisi ke 8 yang paling seru diikuti. Itu juga baru nampak menjelang hari-hari akhir dilaksanakan rekap kecamatan.
Kesalahan informasi yang didapat Caleg dari form C1 menjadi pemicu ketegangan. Masing-masing mengklaim menang tipis. Baca berita Nasdem dan Golkar klaim menang tipis. Namun semuanya terpulang dalam pleno KIP.
Hasil pleno KIP, Kamis dini hari (23/4/2014), Golkar di Dapil 4 harus ihklas, ketika mereka tidak mendapatkan dua kursi. Setelah dilakukan pembagian, Golkar hanya menyisakan suara 1.509. sementara Nasdem mendapatkan suara 1.531. berbeda 22 suara. Nasdem lolos ke kursi 8.
Demikian dengan pembahasan antara Jafaruddin dan Nazar dari PA. Partai ini sudah lolos satu orang duduk di DPRK. Namun siapa yang akan duduk dari partai lokal ini. Semula suaranya naik turun, Jafar pernah menang tipis (13 suara) saat rekap suara di kecamatan mendekati final. Namun akhirnya Nazar menang 20 suara. Suara pribadi Nazar 792. Sementara Jafar mendapatkan suara 772 beda 20 suara. (Tim LG)

Comments

comments

News