by

Pemuda Gayo, Ngopi Wisata Bareng Pak Nas

Takengen | Lintas Gayo – Suasana yang teduh dan santai mewarnai ” Ngopi wisata” bareng Pak Nasaruddin, di lokasi wisata Atu Tamun, kecamatan kebayakan, Kabupaten Aceh Tengah, Minggu ( 29/01/2017).

Sekitar 200-an Peserta diskusi yang hadir adalah para pemuda dan mahasiswa yang berasal dari Aceh Tengah juga bener meriah dan mahasiswa – mahasiswa dan pemuda yang berkuliah di luar Aceh Tengah yang berkebetulan sedang berlibur di Takengon.

‘Ngopi Wisata, diskusi Dengan para alumni’, juga dihadiri oleh beberapa tokoh muda; Antara lain, Ruh Akbar, Nurdin Ali, Alwien Desry, Zuhri syafriwan, Yunadi HR, Abrar Gunawan, Wahyuna dan banyak lagi lainnya.

Sesuai tema ” Ngopi wisata”, bicara kopi menjadi trade Mark dari Acara ini. ” Kopi sudah menjadi kebanggaan kita semua, pasar Eropa dan Amerika sudah menjadi tujuan utama, bahkan di Amerika 2 kali dalam setahun mereka selalu mengadakan expo kopi”, Terang pak Nas.

Sebelumnya diawal pembuka acara, Zuhry menyampaikan bahwa, tujuan diskusi ini bersama pak Nas, sekaligus ajang tukar pengalaman dengan pak Nas dan para alumni lainnya, baik di aspek pemerintahan dan aspek lainnya, baik pendidikan juga pertanian, khususnya kopi. ” Dalam banyak hal kita tentu perlu banyak belajar dari pak Nas, yang telah berhasil menjadi Bupati 2 periode di Aceh Tengah plus 2 tahun sebagai PJ”, ujar Zuhry.

Berkenaan dengan keikutsertaan pak Nas yang maju menjadi cawagub mendampingi Doto Zaini, pak Nas juga bicara tentang kemiskinan di Aceh, sehingga menurut beliau perlu penanganan yang mendasar. ” Salah satu upaya mempercepat perbaikan ekonomi adalah perbaikan infrastruktur, sebagai contoh Jalan samar kilang harus dibangun, harus dibenahi, dan itu menjadi salahsatu target kita kedepan, tentu jalan – jalan lainnya juga yang urgent bagi masyarakat”, jelas pak Nas.

Selain itu, potensi wisata danau harus dimaksimalkan. ” Keberadaan Bandara rembele harus dimaksimalkan, bulan Maret kita targetkan penerbangan bisa 2 kali dalam sehari, sehingga wisatawan dan para pembisnis kopi bisa secara rutin datang ke Gayo”, terang pak Nas.

Pada kesempatan ini perwakilan peserta, Deddy Rahman, juga menanyakan konsep pembangunan pariwisata Gayo, bila pak Nas menjadi Wagub Aceh. ” Wisata Takengon, harus nge link dengan Provinsi Aceh, salahsatunya, kedepan kita berharap pertemuan – pertemuan skala besar bisa dilaksanakan di Takengon, apalagi dengan adanya Rembele”, ujar pak Nas.

Dikesempatan lainnya, Nurdin Ali salah satu pelaku kopi Tanoh Gayo, sangat mengapresiasi acara yang digagas panitia. Terkait majunya pak Nas sebagai cawagub, Nurdin mengatakan ” ini adalah kesempatan besar bagi sejarah Gayo, berhasilnya kedepan pak Nas bukan karena pak Nas hebat, melainkan karena kita semua dengan sadar menitipkan amanah pada beliau”, Jelasnya.

Terkait kopi, beliau menyampaikan perlunya pelestarian dan perlindungan terkait kopi. ” Kopi adalah backbone ( tulang punggungnya) nya ekonomi Gayo. Sehingga manakala ada hal – hal kebijakan merusak kopi, maka wajib untuk dilawan”, pesannya.

Bersamaan dengan pesan yang disampaikan Nurdin Ali, pak Nas juga menambahkan, ” Kedepan dry port ( pelabuhan kering) untuk eksport kopi harus kita perjuangkan”, ujarnya.

Diskusi yang berlangsung menarik, disuguhi kopi dengan hadirnya 2 mobil kopi on The roayang menyiapkan berbagai jenis sajian kopi. Espresso, Black coffe, latte menjadi sajian yang menghangatkan suasana. ( Yhr/LG 008)

 

 

 

 

Comments

comments