by

Pileg pilpres 2019, Pramono; “Sosialisasi jangan sembarangan”.

Pramono T Ubaid, Komisioner KPU RI

Jakarta | Lintasgayo.com -Tahapan pemilu 2019, telah berjalan selama 4 bulan, terhitung sejak 17 Agustus 2017. Artinya masih ada waktu 16 bulan kedepan menuju hari H Pemungutan suara 17 April 2019.

Di antara hasil survei PolMark yg dirilis kemarin (18/12) memperlihatkan bahwa baru setengah lebih sedikit dari publik yang mengetahui bahwa pada 2019 akan dilaksanakan Pemilu Legislatif (Gambar 1).

Sementara itu,  publik yang tahu bahwa Pilpres akan dilaksanakan pada 2019 jumlahnya lebih tinggi, yakni 60,1% (Gambar  2 ).

Namun sayangnya, baru 36% publik yg mengetahui bahwa pada 2019 akan dilaksanakan Pileg dan Pilpres secara serentak. Ini angka yg masih cukup rendah.

Komisioner KPU Republik Indonesia, Pramono T. Ubaid, menyampaikan warning kepada publik dan penyelenggara pemilu, bahwa diperlukan sosialisasi yang Massive dan efektif, Agar pelaksanaan pileg dan pilpres diikuti partisipasi yang maksimal dari rakyat pemegang kedaulatan. ” Sosialisasi yang Massive dan efektif tentu sangat diperlukan”, Tegasnya.

Atas persoalan ini menjadi tugas semua pihak, baik pemerintah, parpol, media massa, civil society, dan terutama KPU (dan Bawaslu) untuk makin meningkatkan intensitas kegiatan2 sosialisasi secara kreatif. “Semua fihak harus mengambil peran; Pemerintah, parpol, Civil society dan utamanya KPU dan Bawaslu beserta seluruh jajaran harus meningkatkan sosialisasi.  Tidak harus memakan biaya besar. Namun bisa dilakukan dengan memanfaatkan semua potensi dan sarana yg ada”, Jelas Pramono.

Sosialisasi akan berjalan maksimal manakala, memiliki target dan sasaran yang jelas. Kelompok sasaran (target groups) kegiatan sosialisasi juga harus spesifik, dengan menyasar kelompok – kelompok yang  selama ini kurang memiliki akses terhadap informasi politik dan kepemiluan. Kegiatan sosialisasi tidak boleh sembarangan dilakukan, tanpa identifikasi kelompok sasaran yg jelas.

“Efektivitas sosialisasi juga menjadi salahsatu point penting, tidak boleh sebarangan, harus tepat sasaran”, cetusnya.

Dengan sosialisasi yg massive namun efektif, diharapkan terjadi peningkatan secara signifikan kesadaran publik atas pelaksanaan Pemilu 2019, dan sekaligus kesadaran politik warga negara akan nilai – nilai demokrasi. ( LG 008/Yunadi)

*Sumber data PolMark.

Comments

comments

News