by

Hutan Lindung Bener Meriah di Rambah, KPH III diduga Lakukan Pembiaran

 

Redelong| Lintasgayo.com – Lembaga Swadaya Masyarakat Cempege Institut mengecam tindakan Dinas Kehutanan Aceh  yang melakukan pembiaran terhadap perambahan kawasan hutan lindung di Bener Meriah.

Khairuddin, Direktur Cempege Institut melalui rilisnya yang dikirimkan kepada media ini Sabtu (04/07/2020) menduga telah  terjadi pembiaran yang segaja dilakukan oleh aparat hukum.

“Qanun Aceh Nomor 7 Tahun 2016 telah mengatur peran KPH dalam hal kehutanan yang mempunyai tugas sebagai unit pelaksana teknis satuan kerja perangkat Aceh yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kehutanan,” jelas alumni GMNI Aceh ini.

secara umum, kata Khairuddin kondisi hutan Bener Meriah  tidak sedang dalam keadaan baik.  Sehingga perambahan hutan kian meningkat dari tahun ketahun harus menjadi perhatian serius pemerintah.

“Hilangnya tutupan hutan terlihat dari 2017 (569 hektar), 2018 (hilang 765 hektar), dan 2019 (951 hektar). Luas tutupan hutan 2019 sekitar 99,986 hektar,”  terang Khairuddin.

Berangkat dari data tiga tahun terakhir ini, lanjut Khairuddin,seharusnya menjadi peajaran serius  khususnya bagi pejabat yang bertugas dalam bidang ini, agar tidak lalai dan melakukan pembiaran bagi pelaku pembalakan hutan.

Khairuddin menjelasan, Kawasan Lindung yang berada di Kecamatan Mesidah yang terletak di Kampung Hakim Puteri Pintu dan Simpur, merupakan kawasan Hutan Lindung memiliki potensi yang baik dari sumber daya alam. “namun faktanya hari ini diperkirakan Ribuan Hektar Kawasan Hutan ini telah berubah fungsi semenjak berlangsungnya kegiatan pembalakan, pencurian dan perambahan yang di lakukan oleh oknum masyarakat baik secara individu maupun kelompok bahkan Kegiatan pembalakan dan perambahan secara illegal ini secara terang-terangan di lakukan, sejauh ini apakah KPH Wilayah III tau akan kejadian ini, atau memang tidak mau tau,” tegas Udin.

Ia berharap KPH III dan Dinas Kehutanan Aceh agar dapat segera turun kelapangan untuk mengatasi hal ini. “ jika semakin lama dibiarkan maka dikawatirkan wilayah hutan tidak ada lagi, karena aktifitas penebangan dikawasan itu terus berlangsung. Harapan besar ini juga kami sampiakan kepada Bupati Bener Meriah agar lebih peka memikirkan kondisi hutan yang ada di kabupaten Bener Meriah,” tutup Khairuddin. (Sutris/LG003)

Comments

comments

News