by

Sekda: Peran TP-PKK  dan Posyandu Serta KPM Diharapkan Untuk Pencegahan Stunting

Sekda Bener Meriah Drs. Haili Yoga, M.Si,
Sekda Bener Meriah Drs. Haili Yoga, M.Si,

Redelong | Lintasgayo. com – Untuk menjalankan kebijakan penanganan dan pencegahan stunting maka peran dari pada TP-PKK mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan sampai ke kampung,  Posyandu, Kader pembangunan Manusia sangat diharapkan dan ini harus berperan aktif.

Hal ini disampaikan Sekda Haili Yoga  pada saat membuka acara kegiatan koordinasi pelayanan posyandu dan kapasitas Kader Pembangunan Manusia (KPM)  Lokus Stunting Bener Meriah yang dilaksanakan di Aula gedung serbaguna Wonosobo, Kecamatan Wih Pesam. Kamis 19/11/2020.

Sekertaris Daerah Drs. Haili Yoga, M. Si, menyampaikan bahwa,  Lokus Stunting ini adalah Intervensi terintegrasi untuk penurunan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi, kronis terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan.

“Nah untuk di Kabupaten Bener Meriah termasuk salah dari 10 Kabupaten yeng menjadi Locus Stunting ini,” sebut Haili Yoga.

Lebih jauh Haili Yoga, juga menjelaskan, melakukan pencegahan penanganan stunting harus dilaksanakan dengan niat yang tulus dan kebersemaan semua pihak terutama kepada TP-PKK, Posyandu, KPM ,harus mengetahui teknis dalam perannya masing-masing, bilkhusus dalam untuk pencegahan di kampung.

“Untuk pencegahan stunting dibutuhkan peran semua pihak. Dibutuhkan komitmen bersama, mulai dari pemerintah daerah, sampai masyarakat. Sebab penyebab stunting cukup kompleks, dari masalah ekonomi sampai kurangnya pengetahuan di masyarakat tentang arti pentingnya gizi bagi balita mereka,” tegas  Haili Yoga.

Seperti diketahui, Stunting baik berupa pencegahan maupun penanganan merupakan program prioritas baik pada locus kampung maupun yang bukan kampung. Bahkan penganan ini walaupun dalam masa pandemi Covid-19 ini tetap menjadi prioritas nasional, ini membuktikan pentingnya pencegahan stunting ini. Paparnya.

Sementara terakit hal itu Pemerintah Kabupaten Bener Meriah juga telah mengeluarkan kebijakan-kebijakan, salah satu contohnya adalah menetapkan kampung yang menjadi lokasi Locus. Ujar Sekda.

“Yang terpenting dan yang harus kita lakukan sekarang dan kedepannya adalah, bagaimana peran dan fungsi kita bersama sebagai pendorong, dan pelayan masyarakat di Kabupaten Bener Meriah untuk menelaah masalah ini. Terutama kepada dinas terkait  seperti Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak,” pinta Sekda.

Kemudian Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Dinas PP,PA dan KB, Para Camat, Reje Kampung. Bahkan seluruh masyarakat Bener Meriah semuanya harus mengambil peran dan tanggung jawab dalam menyikapi permasalahan stunting ini. Tegasnya.

Pembukaan acara tersebut ikut dihadiri oleh, Kepala Dinas Kesehatan dr. Aliyin, Kadis DPMK drh. Sofyan,  Wakil Ketua I, Ny Risnawati Haili Yoga, S. SIT,  Camat Wih Pesam Lukman, SE serta Forkopimcam Wih Pesam, para peserta dan undangan lainnya. (Putra Mandala)

Editor: LG01

Comments

comments

News