by

Cerita Adik Kandung Korban Pembunuhan di Pondok Gajah Bener Meriah: Abang Saya Tidak Punya Musuh

Fajar Sihotang. Adik kandung Darwinto Sihotang yang jasadnya ditemukan di bekas septic tank Pondok Gajah kecamatan Bandar Bener Meriah. Putra Mandala/ Lintasgayo.com

Redelong| lintasgayo. Com – Pihak keluarga menjemput jenazah Darwinto Sihotang, korban pembunuhan yang dilakukan temannya sendiri di kampung Pondok Gajah kecamatan Bandar Kabupaten Bener Meriah pada Jum’at (11/12/20).

Fajar Sihotang, Adik kandung korban tak menyangka abang kandungnya yang merantau ke kabupupaten Bener Meriah harus meregang nyawa ditangan temannya sendiri. Menurut Polisi Pelaku membunuh korban dengan cara dipukul dua kali dibagian tekuk belakang dan kepalanya dimasukkan kedalam baskom. Korbanpun kemudian di kubur dalam lubang bekas septic tank di belakang rumah pelaku.

Fajar bercerita sebelum mendengar berita kejadian nahas ini. Abang kandungnya yang menjadi korban pembunuhan ini sering berkomunikasi dengannya melalui saluran Video Call Whatss App. Dalam komunikasi itu ia menceritakan tidak mempunyai musuh di kabupaten yang ia tempati.

“Saya menilai selama ini, dan dia pernah cerita kalau diperantauan tidak punya musuh, terus melihat kondisinya abang saya seperti ini sangat sadis,” ungkapnya sedih.

Ia beserta pihak keluarga merasa sangat terpukul menyaksikan jasad abang kandungnya saat di evakuasi dari lubang sedalam 2 meter bekas septic tank tersebut.

Bersama pihak keluarga Fajri baru tiba pada Jum’at (11/12) tadi pagi pukul 06.00 WIB bersama keluarga lainnya dan ikut menyaksikan pengangkatan jenajah daripada abang kandungnya Darwinto Sihotang yang masih berbentuk tubuh namun sudah lembek.

Fajar bercerita terakhir komunikasi dengan korban pada tanggal 19 – 20 April 2020. Setelah itu ia tidak mendengar kabarnya lagi sampai berita pembunuhan ia baca di media.

Fajar dan keluarga sangat terkejut saat mendengar kabar pada tanggal 06 Desember 2020, kalau abangnya sudah meninggal dengan cara dibunuh. “Kabar tersebut kami tau dan saya baca di beberapa media,” kata Fajar.

Fajar bercerita pertama kali abang kandungnya ini merantau ke Aceh ini pada tahun 2013 dan memberitahukan kepada pihak keluarga akan memeluk agama Islam serta menikah dengan salah seorang warga Bener Kelipah.

“Setelah mengetahui kalau Darwinto Sihotang sudah menjadi mualap tahun 2015 dan sudah berumah tangga dengan seorang wanita disini. Selama itu pula kami jarang komunikasi sampai dia pergi untuk selamanya,” terangnya sambil meneteskan air mata.

Sebelumnya juga, kata Fajar, setelah bercerai dengan isterinya, korban pernah mengatakan akan berangkat merantau ke Pekan Baru Riau untuk keperluan menagih hutang yang belum dilunasi oleh temannya. “sebelum putus komunikasi dengan abang saya, dia pernah bilang mau meranto ke Pekan Baru, karena masih ada sangkut paut masalah uangnya yang belum dilunasi karena dipinjam teman (kata abang saya itu),” katanya.

Darminto, terang Fajar, adalah anak kedua dari tujuh orang bersaudara. Melalui media ini, Fajar dan 3 saudara kandungnya yang lain menyerahkan persolan ini kepada aparat kepolisian Resort Bener Meriah dan memintanya untuk mendelik tersangka dengan hukuman seberat-beratnya.

Darwinto Sihotang saat ini di semayamkan di ruang jenazah Rumah Sakit Umum Daerah Muyang Kute. Rencananya akan dibawa ke kampung halamannya di Sumatera Utara untuk di makamkan. (Putra Mandala)

Comments

comments