by

Biografi A.R.Moese “Sang Maestro” Segera Terbit

Takengon | Lintas Gayo – Setelah empat tahun, akhirnya buku biografi A.R. Moese “A.R. Moese Sabdin: Perjalanan Sang Maestro” segera diterbitkan. “InsyaAllah, dalam waktu dekat, biografi almarhum suami saya akan diterbitkan,” kata Ani, isteri Moese di Takengon, Senin (12/3/2012)

Empat tahun lalu, jelas Ani, buku ini seharusnya sudah diterbitkan. Pada waktu itu, ada pihak tertentu yang berkeinginan mencetak buku ini. Sayangnya, tidak jadi. Karena, sudah terlalu lama. Akhirnya, keluarga berinisiatif dan mendanai sendiri biaya percetakan buku ini.

“Secara pribadi dan atas nama keluarga, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Yusradi Usman al-Gayoni, yang telah menulis buku ini. Paling tidak, nantinya, buku ini bisa jadi bahan bacaan keluarga, ” ungkapnya.

Oleh karena keterbatasan dana yang dimiliki keluarga, ungkapnya, buku ini hanya dicetak 500 eks. Karenanya, kalau ada pihak-pihak tertentu yang mau membantu dan ikut berpartisifasi, pihak keluarga tidak menolaknya. “Ike ara si mu bantu, sukur Alhamdulillah, Win,” kata Ani dalam bahasa Gayo, jika kalau ada yang mau membantu, syukur Alhamdulillah, Win.

Dihubungi secara terpisah, Yusradi, mengaku senang atas rencana penerbitan buku tersebut. “Akhirnya, buku saya insyaAllah terbit juga. Pun, harus menunggu empat tahun,” sebutnya.

Moese merupakan tokoh penting dan berkontribusi besar terhadap pertumbuh-kembangan musik di tanoh Gayo. Baginya, Moese adalah bapak musik Gayo. Untuk itu, dedikasi Moese mesti dihargai. Misalnya, sarannya, dengan memakai nama almarhum untuk nama jalan, gedung kesenian, rumah musik, atau nama penghargaan, seperti Moese Award (penghargaan untuk bidang musik).

Ditanya soal motivasi menulis biografi almarhum Moese, Yusradi menyatakan setidaknya dirinya sudah berupaya menyelamatkan sejarah sang maestro tersebut, urang Gayo, dan tanoh tembuni.

“Sejarah Gayo yang banyak tercecer sudah diwariskan dalam bentuk catatan,” kata Yusradi yang mengaku sempat menyampaikan naskah buku ke sejumlah pihak terkait di Provinsi Aceh dan di Aceh Tengah sendiri untuk di cetak namun hingga saat ini belum ada kabar. (Kha A Zaghlul/Red.03)

.

Comments

comments