by

Mustafa DEBU Idolakan Budaya Gayo

Banda Aceh | Lintas Gayo – DEBU, salah satu grup musik sufi aliran religi yang sudah tidak asing lagi dimata masyarakat nasional maupun internasional kembali menggelar konser diKota Rencong Banda Aceh tepatnya di stadion Lhong Raya, Rabu (4/4/12) siang.

Kali ini mereka datang ke Banda Aceh diundang oleh Irwandi salah satu pasangan kandidat calon Gubernur Aceh tahun 2012-2017. Ini merupakan penampilan yang setelah  tahun 2009 lalu datang ke banda aceh untuk mengisi acara maulid yang diadakan oleh Forum Mahasiswa Leuser.

Grup musik yang beranggotakan 12 orang yang rata-ratanya berasal dari Amerika ini membawakan 5 buah lagu dan satu lagu sebagai akhir duet dengan penyanyi Aceh Rafly.

Selepas konser yang dihadiri ribuan masyarakat Aceh tersebut, malamnya setelah Isya Vokalis DEBU,Mustafa didampingi Salah satu Rekannya berkesempatan menghadiri diskusi masalah budaya khususnya budaya gayo di Warung HIP Barger Lampineung, Banda Aceh dengan Pembina serta Pengurus Lembaga dan Sanggar Budaya Seribu Bukit, dan juga dihadiri oleh Pengurus Generasi Kuneng (GEN-K) salah satu organisasi yang aktif dalam bidang sosial di Banda Aceh.

Dalam diskusi tersebut, Jauhari Samalanga salah satu Staf Ahli di Lembaga Budaya Seribu Bukit terlihat semangat dalam menceritakan tentang perkampungan-perkampungan yang ada di gayo lues yang  menyimpan banyak budaya Gayo, tapi selama ini terisolir karna kurangnya media komunikasi.

Mustafa mengaku sangat mengidolakan budaya asal Gayo khususnya Tari Saman. “Bulan kemarin kita baru saja bermain di Negara Turki berkolaborasi dengan tari Saman Gayo,” jelasnya.

Mustafa berharap semoga pemerataan untuk mempublikasikan daerah-daerah di Aceh bisa ditingkatkan lagi, mengingat Aceh terkenal dengan budayanya, salah satunya daearah di Gayo. “Jika ada kesempatan, saya ingin sekali berkunjung ke Gayo Lues tempat asal tarian tangan seribu tersebut sekaligus mengunjungi tempat-tempat yang selama ini terisolir tapi menyimpan banyak kekayaan budaya seperti di Desa Uring,” ujar Mustafa.

Begitu juga dengan Supri Ketua Umum Sanggar Budaya Seribu Bukit mengaku sangat senang bisa berdiskusi tentang para musisi terkenal itu.

“Saya sangat senang bisa bercerita dan memperkenalkan daerah gayo langsung dengan teman-teman dari debu dan teman-teman dari Generasi kuneng. Saya berharap komunikasi ini tetap terjalin,” harapnya.

Acara diskusi yang sederhana tersebut berlangsung selama 3 jam diakhiri dengan pembagian album terbaru DEBU yang berjudul “Dianggap Gila”.(SP/red.04)

Comments

comments