by

Resi Gudang dan Perkopian Gayo

ACARA Keberni Gayo yang tayang setiap jum’at malam pukul 20.00 sampai dengan 21.00 WIB, pada tanggal (12/07) menghadirkan narasumber Drs. Mahadi Bahtera, M.Si., pada kesempatan ini mahasiswa Program Doktor bidang ekonomi ini membahas tentang Resi Gudang dan Perkopian Gayo.

Luas lahan kopi berkisar sekitar 79.000 hektar lebh kurang terdapat di dua Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah, luasnya lahan ini menjadikan kopi sebagai produk unggulan bukan hanya untuk dua daerah tersebut, tetapi juga bagi Aceh dan Indonesia. Mutu kopi Gayo yang menduduki peringkat  satu dunia belum banyak memberikan harapan kepada semua petani yang tinggal di dua Kabupaten tersebut.

Belum berani kita salahkan akan adanya anggapan bahwa masyarakat Gayo yang hidup di tanah dan wilayah yang subur dengan masyarakat yang tidak mengenal lelah dalam berusaha, namun masyarakatnya masih banyak yang miskin. Bupati Mener Meriah Ir. Ruslan Abdul Gani menyebutkan bahwa ketidak berhasilan pola hidup masyarakat lebih disebabkan karena masih rendahnya rasa syukur masyarakat terhadap nikmat yang diberikan Tuhan, karena itu tidak ada cara lain kecuali masyarakatnya harus memperbaiki kualitas ibadahnya.

Namun dari sisi lain Drs. Mahadi Bahtera melihat bahwa ada sebuah sistem ekonomi yang belum tepat dan memerlukan pembenahan, untuk itu sekarang ini telah ada yang namanya resi gudang. Resi gudang ini terletak di PUSKUD Pante Raya, dimana gudang ini dijadikan sebagai tempat untuk menyimpan hasil perkebunan (kopi) masyarakat  dengan minimal simpanan 200 kilo gram. Setelah disimpan kopi di gudang tersebut si pemilik kopi berhak mendapatkan resi (sertifikat), yang nilainya seharga 70 % nilai kopi yang disimpan, resi ini berfungsi sebagai anggunan peminjaman uang ke BANK BRI.

Mengumpulkan biji kopi sebanyak 200 kilo gram bukanlah merupakan hal yang sulit , karena dalam hitungan kopi dalam satu hektar dapat menghasilkan 700 kilo gram per tahunnya, dan kalau ini juga dianggap sebagai kesulitan maka nara sumber menyarankan untuk membuat kelompok sehingga kopi para petani dapat disimpat di gudang dan selanjutnya mendapatkan resi.

Si petani atau mereka yang menyimpan kopi di gudang masih merupakan pemilik penuh dari kopi yang disimpannya, sedang uang pinjaman dari Bank dapat dimanfaatkan untuk menjadi modal bagi pedagang dan biaya perawatan lahan perkebunan bagi para petani. Kemudian bunga Bank juga menurut paparan Mahadi hanya 6 % (enam prosen). Bila pedagang atau petani tidak dapat mencicil uang yang diinjam dan Bank, maka kopi yang disimpan di gudang dapat dijual sebagai penutupnya, selanjutnya mereka yang mendapat keuntungan dari modal pinjaman dan uang perawatan, mereka dapat selalu menyimpan kopinya di gudang dan dapat menjualnya pada saat harga kopi membaik.

Manfaat laindari adanya resi gudang menurut penjelasan narasumber adalah untuk dapat menetralisir harga, memutuskan mata rantai perdagangan yang selama ini dianggap sangat panjang, dapat menghilangkan spekulasi harga, menghindarkan penjualan kopi yang sering sekali tidak menyerahkan harga secara kontan.

Kendati resi gudang telah ada di Kabupaten Bener Meriah sejak tahun 2011, namun pengetahuan masyarakat masih belum merata sehingga sampai saat ini kopi yang tersimpan masih sebanya 6 (enam) ton, untuk itu sedah menjadi tugas bersama untuk memberi penjelasan kepada masyarakat Gayo akan manfaat resi gudang ini, dalam waktu dekan resi gudang akan dibuat juga di Aceh Tengah.(Jamhuri)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

3,627 comments

  1. sebuah langkah positif utk masyarakat gayo, hal yang mendasar yang sebenarnya terjadi terhadap per ekonomian petani kopi gayo adalah : tidak adanya bidang agrobisnis lain yang di lakukan petani gayo, disaat berahirnya musim panen kopi. padahal lahan dan kondisi tanah gayo memungkinkan untuk melakukan kegiatan agrobisnis, masalahnya adalah tidak adanya dukungan pemasaran akan hasil hasil agrobisnis yang dihasilkan oleh petani gayo, jadi langkah sederhana yang harus dilakukan oleh orang orang pintar di tanoh gayo terutama pemerintah bantu mereka untuk pemasaran jangan di bebankan kemereka lagi, seperti yang dilakukan pemerintah cina, saya jamin 1000% 5 tahun kedepan ( gere ara ne ujung ton I tanoh tembuni) salam semangat ken rakan sebet ari warung kupi gayo bandung.