by

Ini Kronologi Adu Jotos Plt Kadiskes Aceh Tengah Kontra Pegawai Dishub

TAKENGON – Insiden keributan yang berakhir dengan adu jotos yang melibatkan Ptl Kadiskes Aceh Tengah, dr Sukri Maha dengan petugas Dishub Aceh Tengah, Suhada berakhir damai. Kasus itu terjadi di Simpang Bale Atu, Pasar Inpres, Kota Takengon, Aceh Tengah pada Sabtu (11/8) sore sekitar pukul 17.30 WIB.

Dilaporkan, pihak kepolisian telah menangani kasus tak mengenakkan tersebut di tengah-tengah warga sedang mencari makanan berbuka puasa.

Insiden itu juga sempat menjadi buah bibir warga kota dingin, lantaran melibatkan salah seorang kepala dinas dengan seorang pegawai yang sedang mengatur arus lalu lintas.

“Kami sudah menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan dan tidak akan diperpanjang lagi,” ujar Sukri Maha kepada Serambi, Senin (13/8) di Takengon. Kepala dinas satu ini yang sempat didemo para calon bides mengaku silap, sehingga perkelahian tak bisa dihindari lagi dan mengaku, dirinya juga sebagai korban karena ada bekas luka cakaran dan pukulan di wajahnya.

Menurut Sukri, dia sempat dikeroyok petugas Disbub untuk membantah rumor, bahwa dia memukul petugas Dishub. “Ketika kejadian, kami naik sepeda motor dimana adik saya membonceng saya.Saat tiba di belokan menuju Kodim, saya melarang, lalu kami memarkirkan sepeda motor di Simpang Bale Atu, Pasar Inpres,” ujarnya.

Dia mengungapkan, saat sedang menunggu di sepmor, salah seorang petugas Dishub mendekatinya sambil mengeluarkan kata-kata tak mengenakkan, sehingga memancing emosi dirinya. “Saya tidak bisa terima perkataannya, sehingga perkelahian terjadi,” tambahnya.

Laju Kendaraan Lawan Arus

Menurut sejumlah saksimata yang berhasil ditemui Serambi mengatakan laju sepeda motor Sukri Maha berlawanan arah, sehingga dicegah petugas Dishub. Dia yang datang dari arah Bale Atu ingin belok ke arah Kodim, sehingga melewati jalan yang berlawanan arus.

Disebutkan, petugas Dishub di Simpanng Bale Atu, Pasar Inpres yang sedang mengatur arus lalu lintas sempat mengarahkan sang kadis menuju arah terminal, agar tidak melawan arus. “Sepertinya, kadis ini tetap ingin menuju Kodim, meski sudah dilarang petugas Dishub,” ujar saksimata.

Saksimata ini menambahkan di tengah-tengan ketegangan itu, tiba-tiba Kadiskes memukul seorang petugas Dishub, sehingga kondisi jalan dipenuhi warga. “Saya tidak kejadian selanjutnya karena sudah dikerumuni orang banyak,” kata saksi mata yang ditanyai Serambi pada Minggu (12/8).

Saksi mata ini yang merupakan salah seorang pedagang di dekat lokasi kejadian mengatakan petugas polisi berpakaian preman dan warga sempat meleraikan keributan itu. Tetapi, tiba-tiba, aksi pemukulan terjadi, sehingga perkelahian tak terhindarkan.

“Seharusnya bapak sebagai kepala dinas harus memberi contoh yang baik, bukannya justru melanggar,” kata saksi mata ini, mengutip pernyataan salah seorang petugas dari Dishub Aceh Tengah ketika terjadi keributan dengan Sukri Maha.

Akibatnya, petugas Dishub Aceh Tengah, yang diketahui bernama Suhada, mengalami memar di pipi bagian kiri terkena hantaman bogem mentah Sukri. Demikian juga dengan Sukri yang mengalami luka cakar dan memar di bagian muka akibat perkelahian itu. Paska kejadian itu, petugas dari Dinas Perhubungan, Suhada langsung melaporkan kejadian itu ke Mapolres Aceh Tengah. Namun laporan itu dicabut lantaran adanya kesepakatan damai antar kedua belah pihak.

Secara Kekeluargaan

Kepala Dinas Perhubungan dan Infokom Aceh Tengah, Mirda Alimi, yang dihubungi, Minggu (12/8) mengatakan pihaknya telah menyarankan agar persoalan tersebut bisa diselesaikan secara kekeluargaan. Apalagi saat ini, waktunya merupakan bulan suci Ramadhan sehingga ada baiknya untuk diselesaikan secara cepat.

“Inikan masalah kecil yang tidak perlu lagi kita besar-besarkan. Cukup diselesaikan dengan cara kekeluargaan antara Plt Kadis Kesehatan dengan petugas saya Suhada,” kata Mirda.

Polisi Tetap Proses

Kapolres Aceh Tengah, AKBP Dicky Sondani mengatakan telah menerima pengaduan kasus perkelahian antara Plt Kadis Kesehatan dengan petugas Dishub. “Kami akan tetap memproses persoalan ini lantaran sudah adanya pengaduan. Tetapi jika nanti ada kesepakatan damai antara keduanya, bisa saja kasus ini dihentikan, kita lihat saja perkembangan ke depan,” terang Dicky Sondani. (Sumber : Serambi Indonesia)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

3,627 comments

  1. puasa memang telah melemahkan semua kita sehingga tidak mampu menahan diri.mestinya dgn berpuasa yang kita lemahkan itu nafsu. sehingga kita dapat mengendalikan perilaku yg dapat merendahkan martabat baik dihadapan allah maupan dihadapan manusia