by

Baharuddin Ceh Didong Arita Tulis Buku Adat Gayo

M. Isa dan Baharuddin (Ceh Arita). (Lintas Gayo | Aman Renggali)
M. Isa dan Baharuddin (Ceh Arita). (Lintas Gayo | Aman Renggali)

 

Redelong Bener Meriah | Lintas Gayo – Baharuddin, Ceh Didong populer grup Arita dari Kampung Tunyang Kabupaten Bener Meriah dalam waktu dekat ini akan menerbitkan sebuah buku yang berisi tentang adat dan budaya Gayo.

Hal tersebut Baharuddin sampaikan kepada Lintas Gayo saat dilangsungkannya latihan dan gladi resik Pementasan Didong Massal Mencatat Rekor MURI, pada tanggal 12 Januari 2013 lalu di Lapangan Pacuan Kuda Sengeda Kabupaten Bener Meriah.

Baharuddin yang telah banyak makan asam garam dalam seni Didong Gayo ini mengatakan, buku tersebut berisi tentang adat dan budaya serta tutur Gayo. Ia juga mengaku bahwa draf naskah buku tersebut telah siap delapan puluh persen. Isi buku dimaksud merupakan hasil rangkuman dari sejumlah naskah Didong serta hasil interaksi Baharuddin dengan sejumlah tokoh adat Gayo.

Lebih lanjut Baharuddin yang didampingi M. Isa Arita yang keduanya adalah Ceh penggerak utama grup Didong Arita, menjelaskan program penulisan dan penerbitan buku tersebut adalah hasil bekerjasama dengan Forum Komunikasi Gayo Linge Bersatu (FKGLB) pimpinan Suhada. Forum Komunikasi Gayo Linge Bersatu (FKGLB) adalah organisasi kemasyarakatan yang bergerak dalam bidang sosial dan budaya yang melingkupi seluruh wilayah Gayo.

Penerbitan buku ini Baharuddin mengaku telah mendapat “lampu hijau” dari Bupati Kabupaten Bener Meriah Ruslan Abdul Ghani. Karena, lanjutnya, buku itu nantinya akan menjadi bahan pustaka bagi seluruh sekolah di Kabupaten Bener Meriah. Justru karena itu, lanjutnya lagi, kita meminta kepada Lembaga The Gayo Institute (TGI) untuk dapat mempasilitasi program tersebut, baik dalam proses editing, pencetakan serta penerbitan International Series Book Number (ISBN)nya nanti, jelas Baharuddin. (LG-007)

Comments

comments