by

Irwandi : Sebelum Turun Jalan Takbir Tuntas

Banda Aceh | Lintas Gayo – Melihat maraknya penebangan kayu yang terus tampa bisa terbendung meskipun Pemerintah Aceh telah mengeluarkan Moratorium logging (penghentian penebangan sementara) pada tahun 2007, sejumlah mahasiswa Poros Leuser, Kamis (31/3) pertanyakan keseriusan Pemerintah Aceh dalam menjaga hutan Leuser.

Kepada Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf, yang di terima  di ruang kerjanya, Sekjen Mahasiswa Poros Louser, Waladan Yoga, mempertanyakan hingga saat ini aktivitas penebangan hutan masih saja terjadi, padahal wilayah Leuser yang sudah menjadi kawasan ekosistem dan dilindungi.

Menjawab pertanyaan mahasiswa tersebut, Irwandi mengatakan kita tidak ingin terjadi bencana seperti baru baru ini di Tangse artinya kebijakan Moratorium Logging untuk mencegah terjadinya bencana.

“Pemimpin di daerah dengan gampangnya memberikan izin dan kesempatan kepada banyak pengusaha tampa mempertimbangkan dampak lingkungan yang terjadi di kemudian hari,” keluh Irwandi.

Boleh boleh saja mengundang investor, lanjutnya, tapi jangan dengan harga obral mengundang investor kan bagus ada lapangan kerja.

Tentang masa berlaku Moratorium Logging sampai kapan, Irwandi menjawab selama menjabat sebagai gubernur Aceh takkan ada kata cabut. “Saya sangat  berharap kebersamaan semua pihak untuk tangani persoalan ini, Pemerintah Aceh tidak bisa sendiri,” ujar Irwandi.

Dalam kesempatan itu Mahasiswa Poros Louser yang tergabung dalam enam Kabupaten yang berada di wilayah Leuser juga menyampaikan berbagai permasalahan yang terjadi di daerah masing masing dan berharap Pemerintah Aceh turun tangan menyelesaikan sejumlah persoalan-persoalan tersebut.

Salah satunya jalan Takengon – Bireuen, Ihsan Fauzi, mahasiswa asal Bener Meriah meminta komitmen yang jelas dan konkrit Pemerintah Aceh dalam menyelesaikan jalan Takengon-Bireuen.

Khusus masalah ini, Irwandi dengan tegas mengatakan sebelum habis masa jabatan, jalan tersebut akan rampung.  “Tahun ini juga kita berkomitmen pembangunan di wilayah tengah dengan membangun senilai Rp. 620 milyar yang di bantu jadi JICA Jepang,” pungkas Irwandi berjanji. (miko)

Comments

comments