by

Bule Suka Keramahan dan Kerawang Gayo

Paya Serngi | Lintas Gayo : Dua orang Wisatawan asing (Wisman), Duncan asal Australia dan Joel Hilmer dari Jerman sedang mengamati sulaman Kerawang Gayo di selembar Opoh Ulen-ulen. “Kerawang Gayo Amazing, Urang Gayo ramah-ramah dan alamnya sangat indah. Senyum warga Gayo itu benar-benar murni dan ikhlas,” puji kedua bule ini kepada Lintas Gayo beberapa hari lalu di rumah seorang warga tempatnya menginap di Paya Serngi kecamatan Kebayakan Kabupaten Aceh Tengah. (aman shafa)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

3,627 comments

  1. Waspada Boleh, Tapi ciri Khas ramahnya Urang Gayo tidak BOleh Hilang, Bagaimana ada wisatawan yang hendal datang, kalau kita sambut dengan golok???

  2. Kita jadi diri kita saja. Budaya kita memang ramah dan menyambut baik tamu, menyuguhkan kopi, ngobrol. Ini hal wajar saja. Semua bangsa ada yg baik dan ada yg buruk. Kalau ada pengalaman teman2 yg tidak baik di negeri orang, bukan berarti semua orang di negeri itu jahat.

    Tidak benar kalau ada anggapan orang Barat memenadang kita rendah dan tidak berguna, fair saja lah. Orang Barat yg menampung dan memberi suaka saat anak Aceh kocar-kacir mengungsi saat operasi militer dulu, juga saat bencana tsunami…Bangsa Barat juga banyak menolong.

  3. jangan mudah terpengaruh oleh tipu daya mereka.. mereka itu sebenarny licik-pecik..

    ingat itu.. mereka menganggap kita rendah n tak berguna..

    coba lah kalian k luar negeri.. apa yg mereka perbuat untuk kita..

    gak da kan…??

    tp mengapa kita terlalu over berbuat baik kpd mereka…

    biasa aja kali…

  4. itu sanjungan palsu…. coba ketika kita pergi berkunjung ke auralia semuanya diukur dengan Uang, no smile, no lip service dan dari pengalaman saya, mereka (mayoritas) menganggap “enteng” warga indon