by

Lagi, Kebakaran di Silih Nara

Arul Relam | Love Gayo : Kasihan masyarakat pemilik rumah, lagi ke kebun, rumahnya hangus terbakar di lalap si jago merah. Bahkan kantor desa dan tiga unit rumah warga di Kampung Arul Relem, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, Selasa (19/4) pagi, sekitar pukul 09.30 WIB ludes terbakar. Musibah kebakaran itu terjadi ketika para penghuni rumah sedang berada di kebun, sehingga pada saat kebakaran terjadi kondisi rumah warga dalam keadaan kosong.

Petugas pemadam kebakaran kabupaten Aceh Tengah yang berkantor di jalan Sengeda, bersiap melakukan tanggap cepat operasi pemadaman saat mendengar terjadi nya kebakaran di daerah Arul Relem Kecamatan Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah yang mengakibatkan 3 rumah terbakar, selasa (19/4). (Wein Mutuah)

Sementara itu, dari tiga unit mobil armada pemadam kebakaran yang dikerahkan untuk melakukan upaya pemadaman api, dua unit mobil diantaranya terlambat tiba di lokasi kejadian karena salah satu mobil pemadam terperosok kedalam lubang yang ada di pinggir ruas jalan Arul Kumer, sekitar tiga kilometer dari lokasi kebakaran.

Satu unit mobil pemadam kebakaran yang duluan tiba di lokasi, akhirnya hanya menyirami sisa-sisa kebakaran karena ketiga unit rumah warga dan sebagian bangunan kantor desa telah duluan ludes dilahap si jago merah. Akibatnya, sebagian besar harta benda milik korban tidak berhasil diselamatkan. “Kantor desa yang ikut terbakar itu, baru saja selesai dibangun dan belum diresmikan. Akibatnya sebagian bangunan mengalami kerusakan karena sempat disambar api,” kata warga Kampung Arul Relem, Mustariga, kepada Wartawan Selasa (19/4) di lokasi kejadian.

Tiga unit rumah warga yang terbakar itu dihuni oleh empat Kepala Keluarga (KK) yakni M Rasyid Aman Rajiman, Siti Sarah Inen Bumer, M Thaib Aman Samsul, serta Harun. Ke empat KK ini, pada saat kejadian seluruhnya tidak berada dirumah karena sedang menggarap lahan kebun kopi milik mereka. “Ada warga yang melihat kalau sumber api awalnya berasal dari bagian atap rumah milik Siti Sarah. Dan pada saat kobaran api semakin membesar beberapa warga berupaya membantu memadamkan api dengan peralatan seadanya tapi tidak berhasil,” ungkap Mustariga.

Menurut dia, pemicu terjadinya kebakaran itu, diduga kuat akibat adanya konsleting listrik karena api awalnya terlihat di bagian atap dari salah satu rumah yang terbakar. Sehingga api dengan cepat merembet dan menghanguskan tiga unit rumah warga yang berkontruksi kayu. Apalagi, terlambatnya armada pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kejadian sehingga ketiga rumah warga itu telah duluan ludes dilahap api. “Memang jarak dari Kota Takengon ke Kampung Arul Relem, lumayan jauh dan membutuhkan waktu paling cepat 40 menit. Makanya ketika mereka tiba di lokasi semuanya sudah menjadi abu,” sebutnya.

Salah seorang korban kebakaran, M Thaib mengungkapkan, ketika insiden kebakaran itu terjadi, ia sedang berada di kebun kopi yang tidak jauh dari kediamannya. Namun ketika sedang sibuk membersihkan kebun kopi, ia dikabari oleh tetangganya bahwa rumah miliknya telah terbakar. “Tadi pagi saya cepat pergi ke kebun. Dan setelah pulang saya dapati rumah sudah rata dengan tanah karena terbakar. Banyak barang-barang saya yang tidak bisa diambil,” keluh M Thaib.

Amatan Wartawan, tiga unit mobil armada pemadam kebakaran yang melaju kencang dengan suara sirine yang meraung-raung dari arah Kota Takengon menuju lokasi kejadian di Kampung Arul Relem, Kecamatan Silih Nara, sempat menarik perhatian sejumlah warga. Akibatnya, mulai dari Pasar Angkup hingga ke lokasi kejadian kebakaran di Kampung Arul Relem, ratusan kendaraan roda dua terlihat mengekor di belakang mobil pemadam kebakaran yang menuju lokasi kejadian. Namun sayangnya, ketika dua mobil pemadam tiba di lokasi, api telah duluan padam.

Pasca kejadian kebakaran itu, empat KK yang menjadi korban terpaksa diungsikan ke rumah-rumah tetangga dan sanak saudara mereka. Sedangkan, lokasi kejadian langsung dipasang garis polisi oleh petugas Polsek Silih Nara.

Sementara itu, kerugian materi akibat insiden kebakaran itu diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah karena sebagian besar harta milik korban hangus. (Aman Buge)

Comments

comments

News