by

Puisi “Kegalauan yang Hakiki”

Kegalauan yang Hakiki

Perahu usang masih kencang, mengangkut kenangan kelam dan berlabuh di ranum malam. Sebelum kedip dihujam kerling acapkali sepasang alis mengail air bening. Angin buritan bergasing dalam hening, tak jua menghembus ingatan tentangnya yang tlah berpaling arah. Silang-pintas kenangan bak gunung terhujam di puncak lamunan, lantaklah diri berkelambu dalam rindu.

Pusaran usia serta menyeret jera. Padahal, sekawanan camar hampir litak memujuk hati nak lampaui pantai melupai luka yang terburai. Entah keberapa kali musim berganti, bersendirian malah menginjak sepi. Sungguh sebuah kegalauan yang hakiki.

 

Engkaukah jejaka itu !

Mengerat kegalauan, mengikis tangis yang berlapis-lapis. Siapa kira benih rindu bertunas syahdu bila perkenalan kita baru seminggu, dikarenakan sabar dan syukur menelaga di matamu, menamatkan jera yang bertahta di benakku. Akh, aku ingat temu nan singkat di beranda rumah menyantun malam dengan kata yang terbata sesekali engkau merayu dan aku tertunduk malu. Izinkan aku merekatkan degup ini ke jantungmu agar tak gelisah bila kau tak ada bersebab pertemuan jarang menelaga dan selalu sementara.

 

Tiba-tiba pada hujan tanggung angin mengantar kabar. Sontak ragu berputik di saat prolog sedang romantik. Engkau yang bersimuka tangguh yang lihai memujuk pilu ternyata kini tlah menjauh. Berangsur hilang dalam lengang tiada pamit yang mengambang. Lagi-lagi aku tak sadar, mendulang harap teramat besar. Tergamak mengukuh percaya tak bercermin pada cerita sudah.

Untukmu di seberang sana, kulayarkan sepenggal tanya :

ā€œApa arti hubungan dicipta, adakah pelarianmu semata atau suratan takdir yang memisah ?ā€

 

Ranah WSC

Leily Nirwani, perempuan melayu penyuka hijau ini lahir di Batubara, 28 Maret 1989. Menyelesaikan SD, MTs dan MAS di Batubara serta menyelesaikan Program S1 Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia di FKIP Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Karya-karyanya berupa cerpen dan puisi telah tersebar di Mimbar Umum, Analisa, dan Medan Bisnis sejak bergabung di Winā€™s Sharing Club (WSC) pada tahun 2010. Sejumlah puisinya terangkum dalam antologi bersama penulis lain, semacam Ini Tentangmu Perempuanku, Kanvas Sastra, Ini Bukan Kisah Cinderella, Goresan Pena Anak Medan dan Rinai-rinai Imaji. Pernah pula menjuarai beberapa lomba diantaranya Juara II lomba menulis resensi ā€œAntologi Nuunā€ dalam rangka Milad FLP Sumatera Utara yang ke VIII (2011); Juara III lomba cipta puisi dalam acara Ikatan Mahasiwa Muhammadiyah Sport and Art Competition (IMMSAC) FKIP UMSU 2012; Juara I cipta puisi sekaligus juara II cipta pantun pada hari puisi nasional yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia (HMJ) FKIP UMSU (2012). Segala kritik dan saran silahkan kirim Ā via email nirwanileily@yahoo.co.id.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

News