by

Asrama Mahasiswa Gayo Medan Direhab

Medan | Lintas Gayo : Asrama mahasiswa yang dikelola Keluarga Gayo Sumatera Utara (KGSU) telah berdiri puluhan tahun dan memiliki dua gedung. Satu gedung aula di bagian depan dengan jumlah delapan kamar di atas, dan dua dibawah.

Pada awal 2009 dengan dana sumbangan Pemkab Aceh Tengah Rp.250 juta masa kepemimpinan Ketua Keluarga Gayo Sumatera Utara (KGSU), Saparuddin SH.M.Hum telah dibangun asrama baru tiga tingkat dengan jumlah lima kamar ditingkat dua dan tiga, sedangkan di tingkat dasar satu kamar dan satu dapur.

Asrama ini juga sempat kosong tidak berpenghuni antara  tahun 2006 hingga 2009 yang lalu. Dengan inisiatif dari beberapa mahasiswa Gayo akhirnya asrama KGSU kembali dihuni.

Ruhdi salah seorang penghuni asrama mahasiswa KGSU asal Simpang Tiga  kepada Lintas Gayo  di Medan, Rabu (04/05) mengatakan, saat ini mahasiswa yang tinggal di asrama berjumlah 13 orang, kami hanya membayar uang listrik dan air saja. “Alhamdulillah kami bisa tinggal disini walau apa adanya, bayangkan kalau harus nyewa kosan, kan mahal” ungkapnya.

Berbeda dengan komentar salah seorang  mahasiswa yang tidak ingin di sebutkan namanya menyatakan penggunaan dan pembangunan asrama tersebut tidak transparan. “Pembangunan dengan dana ratusan juta tapi hasilnya sangat tidak layak,” kata mahasiswa tersebut dengan nada kesal.

Keterangan selanjutnya diperoleh dari Istarani S.Ag, ketua KGSU wilayah Medan yang berharap bantuan pembangunan asrama tersebut dari masyarakat Gayo Sumut khususnya. “Kami berharap uluran tangan segenap masyarakat Gayo disini demi kelancaran proses belajar mahasiswa yang mengenyam pendidikan di Medan Sumatera Utara,” harap Istarani.

Istarani merincikan bahwa tahap awal pembangunan dengan dana Rp. 8 juta dengan peruntukan pengecatan dan pemasangan keramik aula. Dana tersebut bersumber dari sumbangan masyarakat Gayo di Medan; diantaranya Rp. 3 juta dari Ali Hasan, Sukiman, Fajar Irfani dan Istarani yang digunakan untuk pembelian bahan. Sementara untuk ongkos tukang ditanggulangi oleh Idris serta sumbangan sebesar Rp. 5 juta  dari Pemerintah Daerah.

Sementara itu, Ketua Umum KGSU periode 2011-2016, Dr. Sukiman membenarkan kalau asrama MKGSU akan direhab kembali dengan dipasangi keramik dan pengecetan ulang dibagian aula. “Urusan tersebut sudah kami percayakan kepada ketua wilayah Medan” terangnya seraya mengungkapkan bahwa Urang Gayo masih memiliki satu aset lain di Tembung berupa sebuah Mushalla bernama Arrasyid yang merupakan hasil dari sumbangan masyarakat Gayo yang berdomisili disana. (Fazri Gayo)

Comments

comments

News