by

Perampokan Dan Pencurian “Kambuh” Di Takengen

Takengen | Lintas Gayo – Aksi perampokan dan pencurian mulai kambuh di Kota dingin Takengen. Dalam satu hari hanya berbeda waktu terjadi aksi pencurian dan perampokan di tempat terpisah. Jumat (24/4/2015).

Aksi perampokan menimpa Win Salon di SP. 4 Bebesen, korban sempat berdarah saat memberikan perlawanan, walau ahirnya dua tersangka kabur. Sebelumnya aksi pencurian menimpa Ros, penjual kain di Pasar Inpres Takengen.

Kejadian di Pasar Inpres Takengen, baru diketahui Lintas Gayo, ketika seorang alumnus Pasantren Samalanga menemukan STNK, KPT, ATM milik Rosi dibuang dalam plastic di kawasan Paya Tumpi. Alumnus Pasantren yang enggan namanya disiarkan ini bingung mau menyerahkan kemana, karena dia takut ikut terbawa-bawa.

Ahirnya dia menyerahkan dokumen itu kepada wartawan dan meminta Lintas Gayo untuk mempublikasikan. Namun karena ada nomor hp dalam dokumen itu, bukti transpers uang, media ini ahirnya menelpon yang bersangkutan. Ahirnya diketahui bahwa pemiliknya adalah korban pencurian.

“Pencurinya wanita, berjumlah 3 orang. Dua menjaga diluar sambil bertanya seolah membeli, namun satu rekannya masuk ke dalam,” sebut suami Rosi, warga Tetunyung, Takengen Timur, Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah. korban kecurian ruko oleh 3 orang wanita.

Namun penjaga kedai ini tidak curiga. Dia tetap melayani pembeli yang satu, sementara yang lainya juga melihat lihat dan satu orang berada di depan ruko. Ketika kemudian dia melihat lacinya terbuka, pedagang ini kembali menutupnya. Tak lama kemudian ketiga wanita ini dengan dialeg Medan pergi. Setelah tersangka hilang, baru Rosi terkejut dompetnya hilang.

Selain berisi uang Rp 2,7 juta, juga di dalamnya ada surat berharga. Namun ketika ditemukan, uang sudah tidak ada bersama dompet, hanya dibungkus dalam plastik sejumlah surat berharga itu. “Tidak kita duga, tapi kita harus hati-hati,” sebut suami korban yang mengambil barangnya yang hilang di kediaman Lintas Gayo.

Perampokan Berdarah

Pada malam harinya, kejadian perampokan yang menimpa salah seorang warga Sp. 4 kecamatan Bebesen, mangakibatkan Win, harus dilarikan kerumah sakit karena luka bacok yang mengenai daerah bibirnya.

Pelaku yang melancarkan aksinya sempat mendapatkan perlawanan dari Win, perampok yang berjumlah dua orang itu membawa senjata tajam sejenis parang dan memakai topeng. Kaget karna didatangi OTK, Win memberikan perlawanan.

Namun nasib sial menimpanya. Parang yang digunakan pelakupun merobek bagian bibirnya. Tak lama setelah itu dua tersangka itu kabur, dan kini tengah dalam pengejaran pihak yang berwajib. (Iqoni RS)

Comments

comments

News