by

Mahasiswa KKN UGM Adakan Webinar Optimalisasi BUMK di Timang Gajah

Redelong | Lintasgayo.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) yang tergabung dalam Unit AC-009
menyelenggarakan webinar bertajuk “Optimalisasi BUMK untuk Kecamatan Timang Gajah. Jumat 08/08/2020.

Kegiatan Webinar ini menghadirkan Sariyanto, S.Pd., selaku Direktur
BUMDes Maju Mandiri di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Wahdan
Fitriya, S.Pi., M.Sc.bersama perwakilan pemerintah Kecamatan Timang Gajah turut menghadiri webinar ini.

Muhammad Rosyid Nafi, mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM selaku inisiator webinar ini menyampaikan penghargaan kepada pembicara dan rekan-rekan mahasiswa yang telah mendukung kelangsungan webinar tersebut.

“Saya berterima kasih kepada Bapak Sariyanto yang telah berkenan membagikan pengalamannya
kepada kami. InsyaAllah pengalaman ini dapat bermanfaat bagi kami untuk membantu masyarakat mengembangkan BUMK lebih lanjut di daerah mereka,”ungkapnya.

BUMDes Maju Mandiri berdiri sejak 16 Desember 2016 dan dikelola oleh pelaksana operasional yang berasal dari hasil seleksi murni. Dari 21 orang tokoh masyarakat yang diusulkan, terpilih
11 orang berdasarkan hasil seleksi yang bekerja sama dengan UGM.

Kami pun diawasi oleh 5
orang yang tergabung dalam badan pengawas, Di samping itu, BUMDes ini mengelola enam unit usaha yang bervariasi, mulai dari pariwisata, persewaan EO dan pasar pengelolaan sampah, perdagangan, simpan pinjam; hingga Bejiharjo Edu Park
(BEP).

“Enam unit usaha ini merupakan bentuk kemitraan dengan Kelompok Usaha Milik Desa (KUMDes). Oleh sebab itu, jika ditotal total, kami sudah menyerap lebih dari 2.000 orang tenaga kerja untuk enam unit usaha tersebut dan menghasilkan omset lebih dari 11 milyar setiap tahunnya,” tambahnya.

Untuk unit wisata, BUMDes Maju Mandiri mengelola Wisata Goa Pindul dan Wisata Rafting Oyo. Wisata ini sudah dikenal dalam skala nasional, bahkan internasional, dengan pengunjung
rata-rata 300.000 orang per tahun.

Kemudian pengolahan sampah, BUMDes Maju Mandiri melakukan pengolahan pupuk organik yang bekerja sama dengan Fakultas Teknik UGM, BRI, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Gunung Kidul.

Untuk unit simpan pinjam, BUMDes Maju Mandiri bekerja sama dengan BRI dan telah mencatat jumlah uang yang beredar sampai Rp.500 juta.

“Alhamdullilah, dulu pengelolaan uang simpan pinjam ini 95% bermasalah, sekarang 0% alias tanpa masalah,” ujarnya.

Untuk unit persewaan, pasar, dan EO, BUMDes Maju Mandiri turut mengelola pasar desa, menyewakan kios, dan mengelola event organizer (EO).

Lalu unit perdagangan, BUMDes Maju Mandiri berperan aktif dalam
memasarkan produk unggulan masyarakat desa.Kami mengangkat produk unggulan desa
berbasis gotong royong, yaitu Global Gotong Royong Tetrapreneur (G2RT).

Salah satuproduk unggulan
desa kami, basreng (bakso goreng), itu telah memperoleh pangsa pasar hingga taraf internasional.tambahnya.

Terakhir, unit Bejiharjo Edu Park (BEP) dibangun atas dasar kemitraan untuk mengembangkan potensi Desa Bejiharjo sebagai desa agropolitan, desa wisata, dan desa budaya. Kami tahun 2019 alhamdullilah memperoleh bantuan pembiayaan dari Kementerian Desa untuk pengembangan BEP ini. tambahnya.

Setelah membagikan pengalamannya dalam mengelola BUMDes Maju Mandiri, Sariyanto membagikan saran bagaimana cara BUMDes membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Ia menggaris bawahi tiga poin penting,yaitu mengutamakan pemberdayaan bermitra dengan Kelompok Usaha Masyarakat Desa (KUMDes), dan mengusahakan uang dari luar desa masuk dan berputar di desa melalui jejaring kerja sama dan pemasaran yang luas.

Pada akhirnya, ia mengajak masyarakat, terutama para pengurus BUMDes, untuk
menyukseskan BUMDes atau BUMK sebagai sarana mewujudkan kesejahteraan masyarakat
desa.

Pertama, jalankan BUMDes sesuai Perdes dan AD/ART. Kedua, kelola BUMDes dengan manajemen yang baik, mulai dari perencanaan, tata kelola, sistem administrasi, hingga pelaporannya. Ketiga, jadikan BUMDes sebagai sarana mengangkat keunggulan desa agar mampu mencapai taraf nasional maupun internasional.

Keempat, jajaran pelaksana operasional harus fokus tiap hari mengelolanya, tidak lagi sebagai sampingan, Di samping memimpin BUMDes Maju Mandiri, Sariyanto juga menjadi Ketua Persatuan
BUMDesa Indonesia.

Oleh sebab itu, ia mengajak masyarakat Kecamatan Timang Gajah secara khusus masyarakat Desa Blang Rongka dan Desa Fajar Harapan untuk bersama-sama menggerakkan BUMDes agar kesejahteraan masyarakat semakin meningkatkan BUMDes ini adalah milik masyarakat desa.

Maka Oleh sebab itu, dibutuhkan komitmen yang tinggi, baik dari pemerintah maupun masyarakat untuk bersama memajukan mengembangkan, dan kami siap untuk membantu masyarakat setempat.

“Dari itu agar BUMDes atau BUMK ini benar-benar memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi hajat hidup orang banyak,” ucap pria kelahiran Gunung Kidul, 3 Juni 1966 ini.(Putra Mandala/FG)

Comments

comments

News