by

Yuzmuha Kenawat Sumbang 70 Persen Aspirasinya Bangun Daerah Terpencil

Yuzmuha Kenawat, anggota DPRK Bener Meriah/Lintasgayo.com

Redelong| Lintasgayo.com – Politisi Muda partai Aceh yang terpilih pada pemilu legislatif 2019 menyumbangkan dana pokok pemikirannya (Pokir) ke wilayah terisolir yang berada di kecamatan Mesidah kabupaten Bener Meriah.
Hal ini disampaikannya pada pembahasan Rencana Kerja Anggaran tahun anggaran 2021 di Gedung DPRK Bener Meriah, Minggu (29/11/20).

“Saya prihatin melihat kesenjangan pembangunan di kabupaten Bener Meriah,” kata mantan aktivis bersenjata Gerakan Aceh Merdeka ini.

Menurutnya daerah-daerah terpencil di Bener Meriah kususnya dikecamatan mesidah harus lebih di prioritaskan karena sudah mendesak.

“Harus dilakukan sinergitas dalam pembangunan di wilayah ini karena kondisinya sudah mendesak,” sebutnya.
Saat ini, kata Yuzmuha di sektor pendidikan di desa ini anak anak di tingkat SD masih duduk belajar di atas lantai semen, Jaringan komunikasi sangat sulit di dapatkan apalagi jaringan internet dan perumahan penduduk kian memperihatinkan.

Padahal, kata Yuzmuha merujuk data Badan Pusat Statistik produksi di sektor pertanian dan perkebunan pada tahun 2017 -2020 di wilayah Hakim Peteri Pintu dan Simpur terus meningkat secara signifikan.
“Total luas lahan produksi kopi persi data udara satelit mencapai 4,599,3 Ha dengan istimasi 3,219,51 ton. Artinya total pendapatan yang di terima oleh daerah melalui retribusi mencapai Rp 804 juta/Tahun,” lanjutnya.

Saat ini, cerita Yuzmuha, masyarakat harus menempuh jalan melalui Uber-uber menuju Wih Resap dengan jarak 22 Km yang penuh lumpur dan tanjakan yang mengerikan.
“Jangankan kendaraan roda empat roda dua saja sulit kedalaman lumpur hampir 0,5 M. Kondisi ini membuat ekonomi disana terasa mati,” keluhnya.

“Pada saat Muserembang kecamatan dari tahun 2017 s/d 2021 jalan ini sudah diusul hampi 4 kali di setiap meserembang tahunan. Hal ini disampaikan oleh kepala desa HPP pada saat kunjungan anggota DPRK pekan lalu diantaranya ketua Komisi A,B,C dan D,” sambungnya.

Ia menambahkan Kini masyarakat pun kembali menangis atas penghapusan dana otsus 2021 ruas jalan SP. Peteri pintu -HPP Alokasi kabupaten kota yang awalnya sudah disepakati 800 juta namun pada saat perubahan akibat terjadinya perubahan postur anggaran awalnya 91,253,785,793 milyar menjadi 83,256 085,011 milyar, ruas jalan sp HPP- Peteri pintu Weh Resap ini kembali Nihil.

“Saya telah memposisikan diri menjadi rakyat yang berada di daerah tertinggal kini Pokir saya ada untuk mereka tahun anggaran 2021 sebesar 70% untuk desa yang terpencil dan tertinggal ini untuk program penyediaan dan pengembangan prasarana pertanian 30% program penyediaan dan pengembangan sarana pertanian jalan produksi 40 %,” katanya.

Anggota DPRK dari Partai Aceh ini berharap dalam membangun daerah ini dibutuhkan sinergi antara DPRK dan Pemerintah.

“Maka wajib hukumnya bagi TAPD dan Banggar memperjuangkan rakyat kita yang ada di daerah tertinggal ini,” tutupnya. (Ihfa/Red)

Comments

comments