by

Loyang Mendale Hipnotis Seniman Gayo

Mendale | Lintas GayoPaling tidak inilah yg sempat terlintas di benak para hadirin pada saat menghadiri acara yang di gelar di lokasi eskavasi prasejarah loyang Mendale Minggu siang (03/04), di hadiri begitu banyak pelaku seni dataran tinggi Gayo baik seniman Gayo yang berada di Aceh Tengah atau yang selama ini berada  diperantauan seperti Ivan WY musisi Gayo yang dulunya bergabung dengan group SABA band selama ini  berada di Jakarta.

LK ARA  melesat dari Kute Reje ( Banda Aceh ) yang sempat tampil extrim dengan melumpuri mukanya dengan tanah basah yg kotor dan berbau tak sedap karena disana bercampur dengan kotoran kerbau, namun Gayo memanggilnya untuk tidak memperdulikan hal yg menjijikkan tersebut dan spontanitas meminta microphone di arena pergelaran tersebut sambil meneriakkan kini aku tak lagi cemburu pada Taufiq Ismail karna aku kini telah memiliki jati diri.

“Inilah Gayo” demikian diantara potongan teriakan lantang sang seniman gaek ini yang menggema membentur dinding dinding cadas loyang Mendale, mengalir seperti air sungai Peusangan spontanitas yang sempat membuat para hadirin terperangah serta membuat para photographer dan para pewarta photo sontak mengarahkan bidikannya kepada LK. Ara yang sedang seperti kerasukkan penghuni loyang tersebut.

Dalam acara gagasan Fikar W Eda, Jauhari Samalanga dan Khalisuddin dengan dukungan dari Forum Danau Lut Tawar (FDLT), Situs Berita www.lovegayo.com dan situs berita www.atjehpost.com tersebut juga sempat di hadiri Bupati Aceh Tengah Ir. H Nasaruddin MM yang datang paruh waktu.

Pagelaran ini juga di pukau Fikar W Eda, bagai tak mau kalah ikut membuat atmosphir Mendale menggelegar memecahkan keheningan Loyang Mendale diikuti seniman-seniman dan sastrawan lainnya. Juga tak urung membuat sejumlah yang hadir menitikkan air mata seperti Yusra Habib Abdul Gani, tokoh sejarawan Gayo di luar negeri. Ketua panitia, Khalisuddin juga terlihat menitikkan air mata walau kameranya tetap dimainkan merekam momen demi momen acara tersebut.

Pagelaran yang bertemakan “Inilah Gayo” cukup membuat para seniman terpancing untuk keluar dari persembunyiannya, seperti U’an Daudy mantan vokalis sama yang selama ini bak hilang di telan bumi, kini keluar dari pertapaanya bahkan sebelum menyanyikan sebuah lagu U’an juga terpancing untuk membanca sebuah puisi di temani musisi Ivan WY.

Loyang Mendale  ternyata menghipnotis banyak kalangan terutama sastrawan dan para seniman Gayo, seolah hari ini mereka berjumpa dengan para datu mereka, dari Puisi hingga linang air mata haru sempat terjadi disana.
(ozi LG) .

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.