by

Desa Bah dan Serempah Terisolir

 

Masjid Babussalihin desa Belang mancung Kecamatan Ketol, rata dengan tanah. Di dalamnya ditemukan empat jenazah anak-anak. (wyra)
Masjid Babussalihin desa Belang mancung Kecamatan Ketol, rata dengan tanah. Di dalamnya ditemukan empat jenazah anak-anak. (wyra)

Takengen | Lintas Gayo – Dampak gempa dengan kekuatan 6,2 SR, di dua kabupaten pedalaman provinsi Aceh. Wilayah Aceh Tengah ribuan rumah roboh terutama di Kecamatan Ketol mencapai 80 Persen. Desa Bah dan Serempah sempat terisolir dan penanganan korban bencana mengalami kesulitan.

Adanya gempa susulan membuat ruas jalan banyak tertimbun tanah dan badan jalan yang longsor. “Yang parah saat ini desa Bah dan Serempah yang sulit dijangkau,” kata Nasaruddin, Bupati Aceh Tengah, Rabu (3/7/2013), di Belang Mancung.

“Pasca gempa kemarin Serempah sudah terisolir karena ada reruntuhan gunung yang agak besar menutupi akses menuju desa itu, banyak informasi warga mengatakan bahwa Serempah hampir tenggelam dan warganya harus direlokasi,” kata Nasaruddin.

Serempah adalah kawasan terparah mengalami kerusakan setelah diguncang gempa. Serempah mengalami keretakan tanah seperti terbelah dua bagian hingga satu bagiannya hampir ditenggelamkan air yang meluap dari sungai Peusangan, jelas M Saleh, camat Ketol.

“Material longsor saat gempa juga menutupi aliran sungai hingga air meluap, ada 200 kepala keluarga di Serempah dan kampung itu sudah tidak bisa lagi ditempati,” kata Camat Ketol, M Saleh.

Aparat TNI- Polri dan instansi lainnya sedang bekerja untuk mencari korban yang hilang tertimbun tanah longsor di dua desa tersebut. Di posko gabungan Belang Mancung juga masih ada laporan 14 korban yang hilang. “Serampah saat ini sudah bisa dijangkau,” kata Nasaruddin.

Hingga saat ini, ada beberapa ruas jalan yang terputus. Jalan Bukit menuju Telege Atu, Ketol menuju arah Kute Panang. Ruas jalan Kelupak Kata yang sudah bisa dilewati dan alat berat sedang bekerja membersihkan badan jalan. (Wyra/LG010)

 

 

Comments

comments

News