by

Tiwi : Setidaknya Kopi Gayo Makin Dikenal

Jakarta | Lintas Gayo : Sesuai schedule yang telah ditetapkan panitia pemilihan putri kopi Indonesia 2011, setelah melalui sejumlah penilaian sejak tanggal 14 April 2011 lalu, malam ini, (18/4) pukul 19.15 sejumlah 33 orang finalis dari seluruh Indonesia termasuk 3 dari Aceh akan mengikuti Grand Final pemilihan Putri Kopi Indonesia tahun 2011 tersebut.

Menurut M Rizal, pendamping Putri Kopi dari Aceh kepada Lintas Gayo menyatakan dari ketiga peserta duta Aceh semuanya memiliki kelebihan khusus.

Untuk penampilan maka Nisa yang terdepan. Pengetahuan lebih dikuasai Vivi. Dan untuk penguasaan tradisi, Tiwi jauh lebih unggul dibanding yang lainnya, malah dari seluruh peserta,” kata Rizal melalui telepon genggamnya, Senin (18/4) sore.

Berdasarkan amatan Rizal, finalis-finalis asal Sumatera Selatan dan Sumatera Barat agak lebih baik dari finalis provinsi lain. “Saingan cukup berat, namun adik-adik masih tetap percaya diri hingga malam Grand Final,” katanya seraya berharap dukungan do’a rakyat Aceh dimanapun berada.

Salah seorang peserta dari Provinsi Aceh, asal Tanoh Gayo penghasil kopi, Dimas Dewi Pertiwi melalui pesan Page Facebook I Love Gayo menyatakan Kopi Gayo “digilai” bukan hanya oleh masyarakat Gayo, tapi hingga kepelosok negeri terutama ibukota Jakarta.

“Saat saya mempresentasikan Kopi Gayo dihadapan dewan juri, mereka terlihat manggut-manggut. Saya berharap ini adalah pertanda baik,” kata Tiwi panggilan yang berdomisili di Mendale, pinggiran danau Lut Tawar ini.

Pengakuan Tiwi, putri kelahiran Takengon pada 7 Februari 1992 ini, dirinya tidak banyak berharap akan menang di ajang tersebut mengingat saingan yang cukup berat dan lebih siap. Namun setidaknya Gayo dan kopinya dapat lebih dikenal lagi di Indonesia dan dunia.

Tiwi dan rombongan dari Aceh, juga sangat gembira dan lebih bersemangat. Menjelang digelarnya Grand Final, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf juga tampak hadir di Hotel Mulia Senayan, Jakarta tersebut. (Windjanur)

Comments

comments