by

Pemerintah Aceh Tengah Akan Buat Perda Terkait PLTA

Gambar: Nasaruddin saat memberikan sambutan dihadapan para wartawan, pada acara syukuran kantor baru PWI Aceh Tengah dan Bener Meriah, Minggu (19/10/2013), di Jalan Yos Sudarso, Takengon. (tenemata)
Gambar: Nasaruddin saat memberikan sambutan dihadapan para wartawan, pada acara syukuran kantor baru PWI Aceh Tengah dan Bener Meriah, Minggu (19/10/2013), di Jalan Yos Sudarso, Takengon. (Foto: tenemata)

Takengen|Lintas Gayo – Dalam sambutannya pada acara syukuran keberadaan kantor balai Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Tengah dan Bener Meriah, Sabtu (19/10/2013), di Jalan Yos Sudarso Takengon, Bupati Aceh Tengah, Nasaruddin mengharapkan para wartawan untuk meyampaikan informasi kepada masyarakat, mengenai manfaat PLTA untuk daerah.

“kita mengharapkan rekan-rekan pers menyampaikan baik pihak keluar maupun kepada masyarakat yang menggunakan air Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), bahwa pembangunan PLTA bukan hanya menguntungkan perusahaan tersebut,” Kata Nasaruddin.

Pemerintah daerah lanjut Pak Nas, telah mempelajari mengenai hal ini, dimana masyarakat akan benar-benar menikmati keberadaan air bersih dari PLTA. “Selanjutnya pemerintah daerah akan membuat perda,” ujarnya saat itu dengan tidak menyebutkan gambaran Perda dimaksud secara mendetail.

Hal positif dari keberadaan PLTA ini dituturkan Bupati yang juga politisi partai Golkar tersebut, akan ada restribusi bagi masyarakat yang telah menggunakan air produksi PLTA.

“Bayangkan, pengguna air dari danau laut tawar belum ada restibusi, nah mengenai ini jumlahnya akan kami bahas,” tambah Pak Nas.

Selanjutnya dihadapan puluhan wartawan Aceh Tengah dan Bener Meriah yang hadir saat acara itu, Nasaruddin  menyampaikan, keberadaan PLTA juga mendukung munculnya industri agro yang akan tumbuh dan berkembang dimasa mendatang. “Untuk mendukung industri agro didaerah ini, kita masih memiliki kendala listrik yang belum mencukupi,” paparnya.

Pak Nas juga menyebutkan, jika tidak ada kendala dan didukung keberadaan lahan yang memadai, maka perusahaan yang bergerak dibidang agro industri sudah dapat berproduksi tahun 2016. (Tenemata)

Comments

comments

News