by

Klarifikasi Ruslan AG Terhadap Isu yang Berkembang di Bener Meriah

Banda Aceh | Lintas Gayo – Terkait banyaknya persoalan yang mencuat di Kabupaten Bener Meriah dalam beberapa pekan ini. Lintas Gayo mencoba mewawancari secara mendalam orang nomor satu di negeri Gajah Putih ini.

Inilah hasil wawancara dengan Bupati Bener Meriah, Ruslan Abdul Gani, disalah satu cafe di Banda Aceh, pada Jum’at (8/11/2013) .

Anda dituding menggelapkan dana masjid?

Soal uang mesjid, seharusnya 100 % juga, lihat dulu pekerjaannya, kalau baik, kita akan tambahkan, tapi  karena kita ingin penyelesaiannya cepat, kita berikan 85%, inilah yang dianggap dipotong 15%, padahal itu tidak ada.

Apakah aturannya memang begitu?

“Sebenarnya terlalu cepat kita kasih, karena kita ingin masyarakat bisa bekerja cepat,  sisanya untuk pajak,untuk membeli semen, membeli bata, itu harus dibayar pajak ”

Soal tudingan Honorer K2 bagaimana?

Persoalan Honorer K2 kami lanjutkan dari proses Pemerintahan priode yang lalu, banyak rekayasa, seharusnya  yang ikut tes adalah 300 orang, tapi pada periode pemerintahan yang lalu mengajukan 1000 orang, ya kami ajukan demikian, 500 orang  dari 1.000 orang ini saya lihat administrasinya direkayasa, lalu ditolak oleh menteri, bukan saya yang menolak, kami sudah mengajukan, tapi ditolak oleh menteri jadi bukan saya yang menolaknya.

Anda juga dituding melakukan nepotisme?

saya berkeinginan untuk memperbaiki Kabupaten Bener Meriah ini, agar siapapun pemimpin dimasa yang akan datang tidak bisa macam-macam, saya tidak mau populer hanya karena member uang, sekarang bagaimana caranya kita memberikan kail, itulah sebababnya kita membuat RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah),

“Soal pembangunan, ini bukan pembangunan yang pro kepada pengusaha, pembangunan ni pro rakyat, setelah ini kita berikan kegiatan ini ke desa-desa, biarkan desa yang melakukannya, artinya kita memberikan kail kepada masyarakat,  walaupun belum maksimal, “mungkin sekarang kadang masih cacing yang masih kita beri sebagai umpan kail tadi, kita belum sanggup memberi udang.

Kita tidak mau mencari uang disini,  tapi sekarang kita serahkan kepada masyarakat, “Ini kerjakan”, tidak ada lagi kita campuri sedikitpun, “silahkan”

Tapi kenapa ini tidak bisa kita kerjakan pada tahun 2013 ini?  Karena ini program ni Tagore, coba bayangkan 50 milyar saya harus membayar hutangnya, saya tidak ekspose, kan tidak mungkin saya buat-buat dalam hal ini untuk membela diri.

Anda juga dituding selama 1,5 tahun sebagai bupati tidak banyak program yang bisa anda lakukan?

“Kenapa tidak terlalu nampak ada program, karena pemerintah sebelumnya meninggalkan hutang sebesar 50 Milyar, itu dibayar pada masa pemerintahan sekarang, daerah ini defisit, arti deficit disini adalah bener meriah berhutang, apakah ini yang harus saya katakan…!, bukan… itu bukan (sikap:red) pemimpin.

Lalu bagaimana?

Mestinya bg Tagore harus bersukur, bersukur bang tagore tidak pernah saya ganggu, tapi kalau terus menerus mengirim waladan dan aritonang saya juga tidak tau apakah saya masih bisa diam.

Tudingan Soal harga Kopi Bagaimana?

“Harga kopi itu kan ditentukan oleh dunia, bukan kita yang menentukan harga kopi itu naik atau turunnya. Tapi sebenarnya PUSKUD yang saat ini dipegang oleh bang Tagore bisa menampung kopi masyarakat dengan harga normal, tapi itu tidak dilakukan.”

‘Tadi saya sudah menelpon beliau (Tagore,red), abang tunggu 3 tahun lagi, baru abang kembali lagi, jangan terburu-buru, sekarang kopi kan lagi turun, seharusnya ada resi gudang.Saya mengatakan “Resi gudang di PUSKUD kan abang pegang, saya juga katakan”: “ Apa nanti yang harus saya sampaikan kepada mahasiswa  atau kepada masyarakat, bahwa ketika harga kopi turun ada yang bisa menampungnya dengan harga standar, sekarang resi gudang abang yang pegang, padahal itu milik pemda. Kenapa abang yang pegang?, apakah boleh kita fungsikan, supaya saya umumkan kepada masyarakat.  Untuk segera menjual kopi ke PUSKUD.

Kenapa bisa  Tagore yang memegang PUSKUD yang seharusnya berfungsi sebagai resi gudang di Bener Meriah?

“saya juga tidak mengetahui, beliau pada saat itu bupati bener meriah, kontrak dengan saudaranya, seharusnya memang PUSKUD itu milik pemerintah aceh.

Anda juga dituding sok Malim, bagaimana tanggapan anda?

Tapi masyarakat saya ajak sembahyang ke mesjid, menurut saya itu baik, sebagai seorang pemimpin saya harus menghimbau mengaji ba’da maghrib, itu juga program dari menteri dan gubernur, kalau tidak mau ikut ya sudah, jangan mengganggu dengan memanfaatkan dua mahasiswa tadi.

Apakah anda serius mundur?

Supaya tidak konflik besar, ini pasti konflik besar kalau saya bertahan, Jadi ini saya sampaikan kepada kawan-kawan bukan saya tidak mau, mungkin ini jalan yang diberikan tuhan kepada saya, biar kali ini mungkin ada yang aneh di Indonesia ini, karena sebagian orang menganggap saya bupati mereka akan hidup enak, ternyata tidak, jangankan orang adik kandung sayapun tidak saya kasih, kecuali dia  berkompetisi dengan yang lain itu terserah, tapi tidak penunjukan lagsung, sekarang keluargapun sudah tidak suka kepada saya.


Bisa anda jelaskan kenapa?

Karena menurutnya dia bisa kita bantu diluar aturan padahal itu tidak mungkin, semua sudah kontra dengan kita, kupikir daripada kita bertahan lebih baik saya berhenti, saya sudah rela.

“Mungkin terlalu tinggi harapen masyarakat terhadap seorang ruslan, bukannya tidak saya akomodir kepentingan semua pihak, tapi mari kita ikuti aturan saja, kalau ikut aturan Alhamdulillah, mudah-mudahan.

Rencananya tanggal 14 ini saya mundur, karena aku nge terlanjur membeli tiket ke pekan baru menghadiri undangan KPK yang tidak boleh diwakilkan, senin berangkat, selasa sudah disana, rabu saya pulang , hari kamis rencana saya berikan SK kepada wakil bupati, sementara menunggu SK yang resmi.

Apakah itu sudah keputusan final?

“Kalau saya sudah, keluargapun sudah tidak lagi mendukung, termasuk ibu, tapi ibu masih berharap diduduk kan dahulu, katanya di musyawarahkan dulu, sebenarnya begini, sebenarnya ini hanya saya sampaikan kepada kalian, sebenarnya dulu satu keluargapun tidak setuju saya pulang kampung, termasuk dari adik-adik, tapi masyarakat dating mengatakan bahwa saya harus naik, supaya ada perubahan. Saya mengiyakan, dengan syarat bolehkah saya melakukan seperti ini, mereka menjawabnya boleh, itu sebenarnya, jadi ini saya sampaikan.

Lalu?

Nong hanawe, karena tembuni ke le we one, nong oya le we, kite tetahi we kenakku, menurut aku betul, t eke gere jema we munilaie, oya le we, karena menurutku nge betul ya, te kekanak kite ejer ngaji gere ke betul, masyarakat ni kite ajak semiang jama’ah gere ke betul, gere le sanah gere buet ne nge, te ini kadang-kadang ara sebagien jema bengis we kin kite, jadi ke seserengte kite beta sementara memang le rasulullah pe dele rintangan, halangen tapi we memang ara si mubimbing, te kite ni jonong dirinte, jadi ini le sebenare, jadi hanati kite, nge gere sehat le, apalagi ara sesine abang te (Tagore, red)  gere pues.

Beliau mengulangi pernyataannya:

Aku oya we, karena ione aku lahir, boh jema bener meriah ni ara perbedaan urum pakeni, kenakku oya we, hanati olok pedeh kuamaten oya.

Ketika Anda mundur, apakah nanti tidak terjadi konflik di Bener Meriah?

Tidak, mereka tidak akan berhenti mengganggu, jadi kalau saya sudah mundur, agar pemerintahan kedepan bisa lebih fokus, agar siapapun pemimpin kedepan bisa lebih fokus,

Apa sebabnya pemerintahan anda diobok-obok?

 Karena dulu seolah-olah hanya saya yang bisa melawan kekuasaan, kata orang , Alhamdulillah bisa, tapi sekarang sudah di obok-obok, daripada masyarakat yang menjadi korban lebih baik saya yang berhenti. Ini dari saya.

Kenapa dari dulu anda tidak mengungkap masalah ini ke publik?

“Itulah, nanti saya dibilang sok malim lagi, kita tidak boleh membuka aib seseorang karena aib kita akan dibuka oleh Tuhan, kalau saja Tuhan tidak menutup aib kita, kita tidak akan berani berbicara, semua kita punya aib, yang memang kita sangat malu bila orang membukanya, kita tidak berani berkumpul disini, tapi tuhen menutupinya, Kita buka aib orang agar kita popular itu tidaklah bagus, jadi daripada energy kita habis.

 Bagaimana dengan adik anda yang mendapat proyek?

Perkara adik saya yang mendapat proyek, tapi mengikuti peraturan, siapapun, orang  Amerika pun boleh, terserah mau intervensi , tapi bukan dari saya, itu urusan dia.(Ihfa/RF)

Berita Terkait:

Comments

comments

News