by

Isu UGP Terancam Tutup, ini kata Mirda Alimi

Takengen | Lintas Gayo – Isu terkait akan ditutupnya Universitas Gajah Putih (UGP) menyeruak ditengah-tengah masyarakat.

Isu ini meresahkan para mahasiswa universitas yang terletak di Blang kolak I dan Blang Bebangka Takengen, Aceh Tengah.

Rektor UGP Mirda Alimi menepis isu yang beredar tersebut.

“Informasi yang benar, data tentang dosen tetap, dosen PNS dan dosen S2 pada kampus ini, harus dikirim ke pihak Dikti dengan limit waktu ,” ungkap Mirda saat dihubungi Lintas Gayo, Sabtu (22/2/2014) malam.

Dijelaskannya, pihak UGP telah beberapa bertemu Dikti di Jakarta untuk membicarakan beragam data dosen yang harus diverifikasi.

Menurut mantan Kadishubinfotel Aceh Tengah ini, data itu menyangkut tiga hal. Pertama soal dosen S1 yang mempunyai kepangkatan dan memiliki Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) dijadikan dosen tidak tetap (honor).

Kedua , dosen S1, S2 dan S3 yang berstatus ganda, misalnya seorang guru PNS merangkap dosen, maka hanya sebatas menjadi tenaga pengajar, artinya tidak masuk dalam sistem (struktur) lainnya. Terkecuali harus mendapatkan izin dari atasan langsung. Selain itu dosen bersangkutan harus memiliki Nomor Urut Pengajar Nasional (NUPN).

Selanjutnya sebut Mirda Alimi,  pihak UGP diminta untuk mengusulkan atau melakukan rekrutmen  dosen yang memenuhi syarat, diantaranya dosen yang memiliki NIDM dan kepangkatan.

“Verifikasi data itu sedang kami lengkapi, operator rektorat sudah mengerjakannya dua hari ini. Sebenarnya ini dikerjakan jauh sebelum saya menjabat,” jelasnya sembari menjelaskan bahwa jabatan rektor diembannya pada bulan Juni 2013, sementara data ini harusnya diverifikasi dan dikirim pada bulan Sebtember 2012.

“Kami diberikan jangka waktu hingga 28 Februari ini, apabila tidak diverifikasi dan dikirim, maka Universitas Gajah Putih akan menjadi kampus illegal,” ucapnya.

Ditanya apakah pihaknya dapat menyelesaikan verifikasi dengan limit waktu tersebut, Mirda Alimi merasa optimis, mengingat saat ini operator tengah melakukan pengisian data yang diminta Dikti tersebut. (Tenemata).

Comments

comments

News