by

Insiden Telah “Menelan” Terlalu Banyak Korban

Takengen | Lintas Gayo – Insiden dua hari di Gayo telah banyak “menelan” korban, bukan hanya materi namun immaterial. Bukan hanya pihak yang bertikai yang menjadi korban, masyarakat dibalut trauma, namun dunia pendidikan juga ikut menjadi korban.

Guru-guru yang mengajar di seputar kota Takengen, tidak maksimal lagi mengajar selama dua hari terahir. Mereka meminta orang tua murid untuk menjemput anaknya ke sekolah sekitar jam 12 atau jam 1. Para guru ini trauma dengan insiden yang terjadi.

“Kami takut, soalnya anak murid kami banyak, bagaimana mengawalnya,” sebut salah seorang guru SMP di Takengen,  Kamis (20/3/2014) sehari setelah adanya aksi balasan. Dampaknya ada sekolah yang mempercepat pulangnya anak murid.

Anak murid dan orang tua juga was-was akan keselamatan, karena banyak yang mempridiksikan dampak dari insiden itu akan panjang. Namun setelah situasi Aceh Tengah dan Bener Meriah selama dua hari ini relatif aman, rasa cemas itu perlahan-lahan mulai hilang.

Giliran masyarakat juga dibaluti perasaan takut, pada malam hari seperti ada intruksi untuk jaga malam. Walau sebagian tidak langsung duduk di gardu jaga, mereka memilih berkumpul di teras rumah sambil menghidupkan api.

“Kami berjaga-jaga, semoga kampung kami aman. Tidak ada pihak yang memprovokasi,” sebut warga Bebesen, usai adanya insiden balasan. Bukan hanya di Bebesen yang masyarakat siap berjaga-jaga, namun hampir di seluruh kampung juga berjaga malam. Suasana Takengen yang dingin dan sepi, membuat warga mengantisipasi keadan.

Dampak dari insiden selama dua hari itu, bukan hanya persoalan beban mental yang dirasakan masyarakat, kedua belah pihak juga mengalami kerugian. Nilainya bila ditaksi dengan rupiah melebihi Rp 1 milyar.

PA misalnya ketika mendapat serangan mengalami kerugian berupa;  satu unit sepeda motor dibakar beserta atribut partai, isi kantor berserakan. Satu unit mobil berlogo Caleg PA juga hancur-hancuran.

Dipihak Tagore (PETA) akibat aksi balasan mengalami kerugianya berupa;  3 dumtruk hangus, satu mobil escudo dibakar, isi peralatan rumah di Puskud Pante Raya, Wih Pesam, Bener Meriah, berserakan, kitab suci alqur,an, tafsir, serta buku agama hangus jadi arang. Di posko sahabat Tagore, Kemili, Bebesen, isi ruangan juga hancur berserakan. Serta beberapa buah poster dan atribut Tagore yang maju menjadi caleg PDIP untuk DPR RI.

Dampak dari konflik dua hari ini sangat merugikan semua pihak, tidak ketinggalan di dalamnya masyarakat, yang bathinnya tertekan. Demikian dengan pelajar. “ Semoga tidak ada lagi konflik, kami mau belajar dengan tenang, tidak takut. Kalau ada ribut-ribut, saya lebih memilih libur,” sebut Ridwan, salah seorang pelajar SLTA.

Demikian dengan masyarakat yang sudah merasakan pahitnya jaga setiap malam selama konflik, mengingkan negeri ini tidak lagi berbalut konflik, sehingga mereka bisa beristirahat dengan tenang dan keesokan harinya bisa mencari nafkah demi keluarga. (Tim LG)

 

Alam Gayo yang damai, semoga manusianya juga semakin mencintai kedamaian. (LG)
Alam Gayo yang damai, semoga manusianya juga semakin mencintai kedamaian. (LG)

Comments

comments