by

Warga Bener Meriah Positif 2, Test Swab 58 Orang

Kadis Kesehatan Bener Meriah Iswahyudi.SKM,M.Kes
Kadis Kesehatan Bener Meriah Iswahyudi.SKM,M.Kes

Redelong | Lintasgayo.com – Pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bener Meriah mengadakan Swab terhadap petugas RSUD Muyang Kute yang berjumlah 42 orang, 7 orang warga Rembele dan 9 orang warga Kute kering, dengan jumlah 58 orang. Sabtu 25/07/2020.

Menurut Kadis Kesehatan Bener Meriah Iswahyudi.SKM,M.Kes, kepada lintasgayo.com saat dilakukan Test Swab, mengatakan bahwa ada 42 petugas RSUD Muyang Kute yang diambil Swabnya, dan masyarakat berjumlah 16 orang.

Banner

Dapat kami katakan ke 42 petugas ini pernah berentraksi dengan DN laki laki (23) salah satu petugas di RSUD Muyang Kute, dimana DN saat di Ravid Test Reaktif, juga YH Perempuan (55) ibu dari DN terkompirmasi Covid-19 dengan hasilnya positif tadi malam sudah dirujuk ke RSUZA Banda Aceh.

Kemudian warga yang bertetangga dengan DN dan YH di Kute Kering Test Swab oleh pihak Dinas Kesehatan RSUD Muyang Kute berjumlah 9 orang dan mungkin bisa bertambah.

Selanjutnya berdasarkan hasil Swab yang dikeluarkan Laboratorium Balitbangkes Aceh, Jumat 24/07/2020 kemarin, pasien inisial BS (24) laki-laki warga Rembele terkonfirmasi positif Covid-19.

Menurut Iswahyudi, Ini juga warganya ada 7 orang kita Swab secara bersamaan dengan warga Kute Kering dan petugas medis RSUD Muyang Kute yang bertugas di ruang Isolasi, Laboratorium, IGD, ruang Rontgen.

“Kita tetap menghimbau kepada masyarakat agar semakin hati hati, jaga protokol kesehatan, memakai masker lebih lanjut lagi memohon agar jujur baik terhadap diri sendiri dan tamu yang masuk segera melaporkan,” ujarnya.

Disamping itu apabila ada gejala pusing, pilek, batuk atau demam silakan melaporkan kepada puskesmas terdekat untuk diperiksa dan cepat ditangani kalau dibiarkan bisa berbahaya.

Berharap juga masyarakat harus jujur, dalam hal ini kadang kadang masyarakat tidak mau jujur dengan keadaannya, dia baru pergi dan pulang dari zona merah dibilang tidak ada. Seperti ini kan sangat merugikan petugas kesehatan, lingkungan dan keluarga. (Putra Mandala/FG)

Comments

comments