by

Ratusan Pemuda Deklarasi ALA di Bener Meriah, Sadra Munawar Ketua Terpilih

Sadra Munawar, ketua GP-ALA terpilih. Lintasgayo.com/Putra Mandala

Redelong| lintasgayo.com – Seratusan Pemuda dan Mahasiswa mendeklasikan Gerakan Pemuda Aceh Leuser Antara (GP-ALA) Kabupaten Bener Meriah di Bale Atu kecamatan Bukit tepat disamping Musholla yang dibangun Presiden Jokowi selama bekerja di Bener Meriah. Rabu 30/09/2020.

Deklarasi ini di gelarsebagai wadah bagi pemuda untuk ikut berjuang dalam percepatan pemekaran provinsi ALA.

Dalam Deklarasi ini, dengan suara bulat forum sepakat mendaulat Sadra Munawar sebagai Ketua Umum GP-ALA kabupaten Bener Meriah.

Ketua pelaksana Deklarasi GP-ALA Bener Meriah Iklas Hairi mengatakan deklarasi yang di inisiasi oleh pemuda dan mahasiswa ini bertujuan menyatukan persepsi terhadap perjuangan percepatan pembangunan di wilayah enam kabupaten/kota di Aceh.

“Bagaimana kita kedepan agar lebih maju untuk generasi yang akan menjadi garda terdepan dalam memperjuangan Provinsi ALA ini yang harus lahir,” kata Iklas dengan menggebu-gebu.

Ikhlas Khairi mengajak para pemuda bersatu demi tercapainya cita-cita yang telah lama diangan-angankan oleh para pendahulu yang lebuh dulu berjuang.

“di negeri kita yang sangat subur ini, gerakan pemuda ALA ini dibawah kepemimpinan Sadra Munawar ini mari kita satukan barisan dengan tidak meninggalkan para pejuang yang terdahulu,” kata Ikhlas.

Alwin Alpina Lahad, Ketua KP3ALA Bener Meriah

Disamping itu Alwin Alpina Lahad, Ketua KP3 ALA Bener Meriah dalam pertemuan itu meminta untuk mencontoh analisis strategi yang di terapkan oleh perjuangan Pemekaran Papua, strategi analisis Intelijen, analisis percepatan pembangunan dan keamanan yang kondusif.

“Begitu juga dengan pemekaran Kepri,(kepulauan Riau) yang pada tahun 2002 di mekarkan. yang disyahkan oleh DPR RI dengan hak inisiatif DPR RI,” jelasnya.

“Yang dapat kita analisa pemekaran yaitu analisa keamanan dan masyarakat tidak sulit untuk berjuang, tetapi anggota DPR RI yang kita berikan sebagai orang terdepan demi berjuang demi lahirnya ALA ini,” katanya

“Dilain sisi ada isu yang berkembang, partai lokal dan wali nanggroe hilang dengan pemekaran ini, tetapi menurut kita itu tidak ada kaitan dengan pemekaran ini, kita tidak ada mengganggu itu, yang jelas itupun jalankan terus, juga ALA inipun terus kita galakan, artinya kita akan tetap dukung Parlok dan Wali nangro” terang Alwin.

Kemudian harapan kita kepada para pemuda Kabupaten bener meriah agar dapat merumuskan program kerja berikutnya. didalam deklarasi ini poin poin apa saja yang akan kita publikasikan untuk masyarakat nantinya, terkait dengan generasi pemuda sebagai generasi penerus kedepannya.

Alwin menutup orasinya dengan pribahasa Gayo dan Melayu. “serilah ulong di belo,serecak uah ni pinang, berjuang gelah sunguh, pantang ulak sebelum menang. Tunduk diam tertindas, atau bangkit melawan sebab kemunduran adalah penghianatan,” tutupnya sambil bergerak meninggalkan tempat.


Sementara itu Ketua terpilih Gerakan Pemuda ALA Sadra Munawar mengajak para pemuda yang hadir berkomitmen bersama dalam perjuangan sampai provinsi ALA terwujud.

“Hal ini penting kita jadikan sebagai perjuangan yang betul betul terwujud nantinya yang mesti kita gerakan bersama,” tegas Sadra.

Selebih daripada itu! kata Sadra, ALA merupakan upaya untuk kesejahteraan bagi generasi yang akan datang.

“ALA ini harapan dari generasi melenial, dan generasi yang akan datang,” kata pemuda kelahiran Samar Kilang Bener Meriah ini.

Sadra juga mengajak para pemuda untuk mengisi struktur di organisasi gerakan pemuda ALA.

“Struktur belum sepenuhnya terbentuk, maka dari itu silakan mendaptarkan diri kepada panitia nantinya,” harap Sadra.

Tidak jauh berbeda dengan semangat dari dua Anggota Gerakan Pemuda ALA Muhamaddin dan Munawir Arloti menjelaskan Deklarasi Aceh Leuser Antara bukanlah cerita baru, pergerakan perjuangan pemekaran provinsi sudah pernah digaungkan juga pada tanggal 04 Desember 2005 disenayan Jakarta.

“Saat itu yang dihadiri oleh seluruh unsur dari kepala Desa, Tokoh Pemuda dan Masyarakat serta Mahasiswa juga kegiatan ini sudah dilaksanakan dari tahun 2005 silam,” teriak Munawir dengan sangat melengking.

Perlu dan penting kita perjuangkan berhasil tidak berhasil kita terus berjuang, ini demi untuk kemajuan daripada negeri tanah gayo ini kedepan nya, semoga ini dapat terwujud kiranya, kita tidak boleh lalai terus kita perjuangkan sampai dengan titik penghabisan.

Tak tanggung tanggung hadir dalam kesempatan itu ketua KP3 ALA Kabupaten Aceh Tengah, Zulpan Diara Gayo, bahwa perjuangan ini bukan hal yang baru, tetapi ini sudah barang baru stok lama.

“Jadi proses demi proses perjuangan mendirikan perjuangan ini sangat susah kali, persyaratan mendirikan Aceh Lauser Antara bukan harus demo lagi,” terangnya.

Terkait dengan perjuangan tempo dulu berjuang dimasa konplik, kita waktu itu mau dibom bardir akibat gerakan 20 ribu massa, Kantor DPR Aceh Tengah juga pernah mau dihancurkan waktu itu, maka dari itu ini sangat perlu untuk kita perjuangkan kembali. Ajaknya

“Terus terang di Jakarta kami yang mengusulkan Kepada Mahasiswa harus menerobos istana Negara, dan ini isu yang kita gerakan waktu itu sampai kami ditangkap dan dimasukan kepenjara karena menerobos istana Negara tampa memikirkan apa apa,” Kenangnya

“Maka dari itu pemuda adalah garda terdepan yang harus kuat dan tidak goyah karena pemuda yang menjadi benteng sebagai motor dalam pergerakan perjuangan ini, jangan mundur lagi,” tetap semangat kata Zulpan.

Win Satria Agustino ini juga tidak mau ketinggalan saat ini Ia menjabat sebagai sekertaris KP3 ALA, menurutnya dasar perjuangan ini kalaulah ini terus digerakan pasti sangat yakin bahwa digenerasi sekarang bisa lahir.

“Kita sangat antusias demi terwujudnya Provinsi Aceh Lauser Antara (ALA) bisa terkabul, mari kita satukan visi misi sebagai pejuang yang tangguh dan bermartabat, kita tetap melibatkan Ulama, Tokoh masyarakat, Mahasiswa, juga melalui partai politik dan yang lainnya,” ungkapnya.

“Seterusnya perjuangan kita kali ini adalah demi untuk memajukan daerah kita ini dari keterpurukan semata, jangan kita berjuang karena Ras Suku dan Agama, tetapi karena rasa kebersamaan kita semua, apabila perlu Muzakir Manaf dan Wali Nanggroe kita tarik bersama kita,” tegas Win.

Dengan suara lantang ia berbicara bahwa kita bukan mau memisahkan diri dari NKRI ini, tetapi memekarkan demi kemakmuran Aceh wilayah tengah, dan tetap dalam bingkai Republik Indonesia ini, dan kita harus mempunyai siber tanpa harus memakai kekerasan.tutupnya.

Tampak Dihadiri oleh Ketua KP3 ALA, Alwin Alpina Lahad, Ketua Cempege Istitut (CI) Khairuddin, Ketua KP3 ALA Aceh Tengah, Zulpan Diara Gayo, Sekertaris KP3 ALA Aceh Tengah Win Satria Agustino, Ketua Gerakan Pemuda ALA (GP ALA) Sadra Munawar, Pemuda Pemudi Gerakan Pemuda ALA Kabupaten Bener Meriah.
(Putra Mandala/Ihfa)

Comments

comments

News