by

Habiskan Anggaran Ratusan Juta, Tour De Lut Tawar Tuai Kritikan

Takengon | Lintasgayo.com – Ajang bersepeda Internasional Tour de Lut Tawar yang digelar hari ini, Jumat (28/10) terus mendapat “kritikan” dari lapisan masyarakat.

Kini giliran HMI cabang Takengon yang memberi keterangan Pers. Menurut seorang anggota HMI, Riki Setia Budi, pihaknya merasa kecewa dengan event bersepeda berbiaya ratusan juta tersebut. Hal itu lantaran, kegiatan dinilai belum sesuai dengan ekspetasi yang diharapkan semua pihak.

“Menyoroti kegiatan internasional Tour de Lut Tawar kami menilai tidak sesuai dengan apa yang diwacanakan Dispora Aceh Tengah. Katanya event ini akan dibuka Presiden, tapi pesertanya juga cuma belasan. Ini jauh dari janji Pak Zulpan Diara yang saat itu sebagai Plt Kadispora,” sebut Riki.

Menurutnya, event yang menghabiskan anggaran daerah ini menampakkan dugaan kegagalan Dispora Aceh Tengah di mata masyarakat dan terkhususnya di mata pecinta tour sepeda balap di mata internasional.

“Ini sangat disayangkan yang seharusnya event ini dapat menjadi promosi untuk pembangunan wisata dan pengembangan income ekonomi daerah,” sebutnya.

Sebagai diketahui, lanjutnya, skema awal tujuan kegiatan ini guna untuk mempromosikan kawasan perkebunan kopi, lahan tanaman holtikultura, wisata, dengan melalui track beberapa kecamatan yang ada di Aceh Tengah.

“Namun sepertinya event ini cuma sekedar acara seremoni aja. Namun sayang seharusnya tidak perlu menghamburan anggaran yang besar,” ucapnya.

Riki juga mempertanyakan, gembar gembor sosialisasi yang disampaikan Kadispora Aceh Tengah, dimana kegiatan ini akan dihadiri oleh beberapa negara peserta dengan cakupan 5 sampai dengan 10 negara tetangga.

Sedangkan di saat sambutan Kadispora Aceh Tengah pada dialog pemuda di tugu Aman Dimot beliau menyampaikan laporan kegiatan yang ternyata hanya mampu menghadirkan 3 peserta dari luar negeri.

“Info yang kami terima, ternyata pesertanya hanya 18 peserta. Ini sangat memalukan, apalagi saat pembukaan bapak bupati turut hadir. Bapak bupati harus mengevaluasi kinerja bawahannya atas kobongnya event ini,” papar Riki.

Sampai berita ini diturunkan belum diperoleh keterangan resmi dari Zulpan Diara Gayo, selaku Kadispora dan ketua panitia kegiatan. (IM)

Comments

comments