by

Mengungkap “Bodong” SK Kontingen POPDA XVI Aceh Tengah Part III

Ramung Institut Kok Bisa Ada 2 SK

Waladan Yoga, Direktur Ramung Institut (foto)

 

Takengon | lintasgayo.com – Tudingan yang di lantarkan Ramung Institute, Waladan Yoga terkait tidak memandang asisten pelatih yang tak diundang dalam penyerahan bonus secara simbolis pada malam resepsi HUT Kute Takengon 446 yang menuai kontroversi akhirnya terkuak.

“Dari awal kami sudah curiga dengan kegiatan ini syarat masalah, kok bisa ada dua sk dengan nomor dan tanggal sama hanya lampirannya berbeda” ujar Waladan, Selasa (11/4)

Ini sebuah penipuan dan bisa berkemungkinan merugikan atau menyalahgunakan uang negara serta cacat administrasi sebut waladan

Salah satu contoh dengan berubahnya nama pelatih menjadi asisten pelatih otomatis besaran honorarium ataupun uang saku yang mereka terima baik dalam pelaksanaan Training Center (TC) di Aceh Tengah maupun pelaksanaan kegiatan POPDA XVI Aceh Barat bervariasi rinciannya.

“Tidak mungkin pelatih dengan asisten pelatih sama honorarium nya pasti berbeda”

Ini catatan buruk untuk administrasi Aceh Tengah malah bisa di katakan cacat prosedur dengan mengangkangi standar ujar lelaki lulusan ilmu Hukum ini.

Jika perlu kegiatan ini diaudit ulang olah BPK RI Aceh ataupun Inspektorat maupun oleh APH yang menangani kegiatan ini, cetus Waladan

Sebagai mana diberitakan sebelumnya Kepala Bagian Hukum Setdakab Aceh Tengah Abshar, SH, MH ketika mengetahui ikhwal adanya dua versi SK kontingen POPDA XVI Kabupaten Aceh Tengah menyampaikan akan mempersoalkan.

“Kita akan cek kebenaran SK kontingen POPDA XVI Aceh Tengah, jika ada yang penipuan akan kita persoalkan”.ujarnya tegas. (Tim)

Berita Terkait:

Mengungkap “Bodong” SK Kontingen POPDA XVI Aceh Tengah Part I

Mengungkap “Bodong” SK Kontingen POPDA XVI Aceh Tengah Part II

Peringkat Tujuh Popda XVI Antara Apresiasi dan Evaluasi

Comments

comments