by

Didong Gayo Tercatat sebagai Rekor MURI

Penyair Salman Yoga S saat membaca puisi pada pementasan Didong 2013 orang. (LIntas Gayo | Maharadi)
Penyair Salman Yoga S saat membaca puisi pada pementasan Didong 2013 orang. (LIntas Gayo | Maharadi)

Takengon | Lintas Gayo – Bukan main dan baru pertama sekali kesenian didong  Gayo yang ditampilkan sebanyak 2013 peserta , hingga membuat ribuan penoton histeris, Minggu (13\1) di Lapangan Pacuan Kuda Sengeda, Rembele, Kecamatan Bukit, Bener Meriah saat penutupan HUT ke -9 Kabupaten  Bener Meriah.

Pergelaran didong itu adalah kali pertama yang di gelar sebanyak 2013 perserta penepuk dan pertama kali juga tercatat di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Penampilan kesenian Didong Gayo di kemas dengan berbentuk bundaran yang melingkari lapangan tersebut.

“Inilah tanah kepingan surga yang menumbuhkan matahari dari perut bumi, yang memercikan bulan dari pucuk pinus, yang memercikan bara bintang dari puncak Bur ni Telong, yang mengapungkan matahari dari kebeningan Danau Lut Tawar dan matahari itu ialah kopi”. Begitu syair yang keluar dari lingkaran saat penyair Salman Yoga S yang di mengiringi penepuk dalam puisinya.

Sementara, undangan yang dihadiri oleh Menteri Pembagunan Daerah Tertinggal, Helmy Faishal Zaini, Anggota DPR RI Nova Iriansyah, Asisten Ekonomi dan Pembagunan Setda Aceh, Said Mustafa dan Mantan Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf terpukau saat menyaksikan aksi penampilan Didong  dari atas tribun  pacuan kuda.

Amatan lintas Gayo, Pengunjung pentupan HUT ke- 9 Bener Meriah sangat terhibur dari rangkaian acara yang ditampilkan, di antaranya, Pacuan Kuda, Didong, Minum kopi bareng sebanyak 50 ribu peserta, Saman, Tari Seudati, Tari Munalo, Kuda Lumping. (Maharadi/red.03)

Comments

comments

News