by

JPA Lakukan Kampanye Anti Kekerasan di UGP

 
Takengon – Jaringan Pemantauan Aceh mengadakan acara sosialisasi tentang Generasi Hebat Menolak Kekerasan Terhadap Perempauan dan Anak di Kampus Fakultas Ilmu sosial dan Ilmu Politik Universitas Gajah putih (Senin, 1 Desember 2014). Acara yang bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Komunikasi  Universitas Gajah Putih merupakan Momentum Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan. Terhadap Perempuan, yang dilakukan oleh JPA 231 mulai dari tanggal 25 November sampai dengan 10 Desember 2014.
 
Junaifi sekretaris jendral Himakom mengatakan kegiatan sosialisasi ini dilakukan dalam rangka mengkampanyekan Anti kekerasan terhadap perempuan dan anak kepada mahasiswa. “ Acara ini sangat positif dilaksanakan untuk mahasiswa, selain menambah wawasan tentang Anti kekerasan terhadap perempuan dan anak, melalui sosialisasi ini bisa meningkatkan kapasistas perempuan untuk bersama-sama untuk mengurangi kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aceh”, kata Junaifi. Dia juga menambahkan acara ini diikuti oleh berbagai himpunan di kampus UGP, seperti BEM, UKM, Himakom, Mahagapa, dan himpunan lainnya.
 
Kekerasan terhadap perempuan secara umum seringkali hanya diasumsikan sebagai kekerasan dalam rumah tangga. Kondisi ini menyebabkan berbagai tindak Kekerasan yang terjadi di luar ranah domestik tidak di tata dengan baik. Destika Gilang lestari Tim Kampanye JPA 231 di Takengon mengatakan banyak kekerasan yang terjadi di Aceh, Kelompok yang paling rentan menjadi korban kekerasan adalah Perempuan dan Anak. “menurut catatan JPA 231, kami mencatat ada 448 kasus kekerasan domestik dan 166 kasus kekerasan publik di tahun 2013”,kata Gilang.
 
Dengan acara ini, Gilang mengatakan bahwa tujuan dari pelaksaan kampanye ini untuk menyampaikan tentang kekerasan yang dialami oleh perempuan dalam periode waktu 2013 yang terjadi di wilayah Aceh. Selain itu, kampanye ini mendorong kepedulian dari generasi muda untuk dapat melakukan upaya-upaya pencegahan kekerasan yang dialami oleh perempuan dilingkungan terdekat serta menggalang dukungan dan gerakan bersama untuk STOP KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN.
 
Acara sosialisasi kampanye anti kekerasan terhadap perempuan diikuti oleh 50 orang mahasiswa, Destika Gilang Lestari mengharapkan adanya informasi yang terpublikasi tentang kekerasan yang dialami perempuan pada periode tahun 2013 dan Adanya kepedulian dan komitmen dari peserta untuk terlibat dalam gerakan STOP Kekerasan Terhadap Perempuan dan anak di Aceh. Selain itu, Junaifi juga mengharapkan kekerasan terhadap wanita dan anak akan berkurang di Aceh terutama di Aceh Tengah, “ selain mengaharapkan berkurangnya kekerasan terhadap perempuan dan anak di Aceh, diharapkan wanita juga bisa menonjol dalam dunia kepemipinan”, tambahnya.

Comments

comments

News