by

Guncangan Dua Tahun Lalu

Guncangan Dua Tahun Lalu

Oleh : Eni Penalamni Beberu Gayo

EniMasih tersisa dempulan debu dua tahun lalu
Puing-puing serpihan duka itu belum berlalu
Cekam ketakutan itu masih berlagu
Tepat dua tahun lalu gempa mengguncang Gayoku

Goyangan yang meluluhlantakkan bangunan
Patahan yang melangsirkan pegunungan
Retakkan yang memisahkan jalanan
Guncangan yang memblut luka tangisan

Jerit ketakutan anak-anak memeluk leher ibunda dalam lari yang terbirit-birit
Genggaman jari-jari kecil berlumur darah merangkul erat ayah yang mulai berat dalam melangkah
Teriakan nenek tua melantunkan sebuku melihat anak cucu terbaring kaku
Dalam hitungan detik semua hancur dan hanya menyisakan duka

Tak lagi terang matahari bersinar
Tak lagi tampak cahaya rembulan
Semua terasa gelap
Sunyi dalam bayang-bayang kebinasaan

Gayoku. Dua tahun sudah kejadian itu berlalu
Bangkitlah Gayoku..

Nadi kehidupan masih berdegup untuk melanjutkan hidupmu
Sayup kekuatan masih menghela nafas untukmu bertahan meenghadapi ujianNya
Ayunan ketegaranpun akan terus melangkahkan kaki membantumu untuk berdiri
Dan bangkit dari balutan luka guncangan dua tahun lalu

Gayoku. Bangkitlah!

Eni Penalamni Beberu Gayo yang tinggal di Asir-Asir Atas yang saat ini tercatat sebagai seorang mahasisiwsi jurusan Biologi Fmipa Unsyiah .

Comments

comments

News