by

Implementasi Prinsip Manajemen Dalam Kehidupan

Oleh : Fajri Iwan Taqwa, M.Pd

Manajemen mempunyai arti aturan. Menurut George, R. Terry, 1968, dalam bukunya Principles of Management, ada empat langkah yang harus diikuti yang sering dikenal dengan POAC yaitu: Planning (Perencanaan), Organizing (Pengorganisasian), Actuating (Pengerahan), dan Controlling (Pengawasan).

POAC berfungsi untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi suatu organisasi dalam pencapaian tujuannya. Aturan yang dibuat harus dijalani dengan baik. Manajemen atau aturan dalam kehidupan harus dijalani dengan baik, agar mendapat hasil yang baik pula. Kita sebagai manusia yang merupakan makhluk hidup istimewa yang memiliki pikiran harus mempunyai aturan-aturan dalam kehidupannya. Aturan-aturan yang dimaksud adalah aturan yang

Manajemen mempunyai arti aturan. Menurut George, R. Terry, 1968, dalam bukunya Principles of Management, ada empat langkah yang harus diikuti yang sering dikenal dengan POAC yaitu: Planning (Perencanaan), Organizing (Pengorganisasian), Actuating (Pengerahan), dan Controlling (Pengawasan).

POAC berfungsi untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi suatu organisasi dalam pencapaian tujuannya. Aturan yang dibuat harus dijalani dengan baik. Manajemen atau aturan dalam kehidupan harus dijalani dengan baik, agar mendapat hasil yang baik pula. Kita sebagai manusia yang merupakan makhluk hidup istimewa yang memiliki pikiran harus mempunyai aturan-aturan dalam kehidupannya. Aturan-aturan yang dimaksud adalah aturan yang dibuat untuk menjadi pedoman ataupun petunjuk dalam kehidupan. Aturan dalam kehidupan sehari-hari dimulai dari kita memulai hari di pagi hari.

  1. Planning (Perencanaan)

Planning atau perencanaan adalah proses dasar di mana manajemen memutuskan tujuan dan mencari cara bagaimana untuk mencapai tujuan tersebut. Membuat keputusan biasanya menjadi bagian dari perencanaan karena setiap pilihan dibuat berdasarkan proses penyelesaian setiap rencana.

Secara umum Planing atau perencanaan adalah pemilihan program kegiatan dan pengambilan keputusan apa yang harus dilakukan, kapan dilakukan, bagaimana melakukannya dan siapa yang melakukan program tersebut. Planing atau perencanaan seperti yang dikemukakan diatas mempunyai makna awal dari segala kegiatan yang merupakan konsep (rancangan) dan pemikiran untuk mencapai tujuan tertentu.

Apa yang kita lakukan di pagi hari sampai malam hari, disetiap hari yang kita jalani ada kegiatan ataupun hal yang menghasilkan hasil, harus dimulai dengan perencanaan yang baik. Hal ataupun kegiatan yang akan dijalani harus ada perencanaan.

  1. Organizing (Mengorganisasikan)

Pengorganisasian merupakan sebuah proses atau langkah kedua dalam manajemen yang harus dilakukan oleh seseorang dalam mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas sesuai bidang keahlian sumber daya manusia, dan sumber daya lainnya yang dimiliki nya, untuk mencapai tujuan kegiatan yang telah direncanakan secara efesien.

Organizing atau mengorganisasikan adalah proses dalam memastikan kebutuhan manusia dan fisik setiap sumber daya yang tersedia untuk menjalankan rencana dan mencapai tujuan yang berhubungan dengan kegiatan yang dilakukan setiap hari. Organizing juga meliputi penugasan setiap aktifitas, membagi pekerjaan ke dalam setiap tugas yang spesifik, dan menentukan apa dan siapa yang memiliki kemampuan dalam membantu kegiatan agar tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud.

  1. Actuating (Pengerahan)

Actuating atau pengerahan adalah usaha seseorang untuk mengerahkan apa yang dimilikinya sesuai dengan tujuan yang ingin dicapainya. Actuating adalah implementasi rencana, Actuating merupakan pedoman yang membuat urutan rencana menjadi tindakan. Sehingga tanpa tindakan nyata, rencana akan menjadi imajinasi atau impian yang tidak pernah menjadi kenyataan.

Atau dengan kata lain actuating merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai pengerahan perencanaan dan penorganisasian dapat terlaksana dengan baik dan kegiatan yang dilakukan dapat berjalan secara optimal sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

  1. Controlling (Pengawasan)

Controlling atau pengawasan, memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan sesuai dengan rencana. Fungsi dari controlling adalah menentukan apakah rencana awal perlu direvisi, melihat hasil dari kinerja selama ini. Jika dirasa butuh ada perubahan, maka seseorang akan kembali pada proses planning. Di mana ia akan merencanakan sesuatu yang baru, berdasarkan hasil dari controlling.

Seorang petani mempunyai tujuan ingin sejahtera kehidupannya dengan cara memanen hasil pertaniannya. Oleh karena itu dia memerlukan perencanaan yang baik, setelah merencanakannya dengan baik, maka hal yang selanjutnya dilakukan adalah pengorganisasian yang meliputi antara lain: mempunyai lahan (modal), penyiapan bibit, persiapan alat kerja, atau mencari pekerja. Setelah melakukan pengorganisasian maka hal yang selanjutnya dilakukan adalah pengerahan yang meliputi antara lain: Pengerjaan lahannya misalnya menggunakan tenaga orang lain dan sebagainya, menanam bibit dan lain sebagainya, dan setelah pengerahan dilakukan maka hal yang selanjutnya dilakukan adalah controlling atau mengawasi yang meliputi antara lain: merawat, menyiram, serta menjaga perkebunannya agar hasil yang didapat sesuai dengan tujuan petani tersebut.

dibuat untuk menjadi pedoman ataupun petunjuk dalam kehidupan. Aturan dalam kehidupan sehari-hari dimulai dari kita memulai hari di pagi hari.

  1. Planning (Perencanaan)

Planning atau perencanaan adalah proses dasar di mana manajemen memutuskan tujuan dan mencari cara bagaimana untuk mencapai tujuan tersebut. Membuat keputusan biasanya menjadi bagian dari perencanaan karena setiap pilihan dibuat berdasarkan proses penyelesaian setiap rencana.

Secara umum Planing atau perencanaan adalah pemilihan program kegiatan dan pengambilan keputusan apa yang harus dilakukan, kapan dilakukan, bagaimana melakukannya dan siapa yang melakukan program tersebut. Planing atau perencanaan seperti yang dikemukakan diatas mempunyai makna awal dari segala kegiatan yang merupakan konsep (rancangan) dan pemikiran untuk mencapai tujuan tertentu.

Apa yang kita lakukan di pagi hari sampai malam hari, disetiap hari yang kita jalani ada kegiatan ataupun hal yang menghasilkan hasil, harus dimulai dengan perencanaan yang baik. Hal ataupun kegiatan yang akan dijalani harus ada perencanaan.

  1. Organizing (Mengorganisasikan)

Pengorganisasian merupakan sebuah proses atau langkah kedua dalam manajemen yang harus dilakukan oleh seseorang dalam mengelompokkan dan mengatur serta membagi tugas-tugas sesuai bidang keahlian sumber daya manusia, dan sumber daya lainnya yang dimiliki nya, untuk mencapai tujuan kegiatan yang telah direncanakan secara efesien.

Organizing atau mengorganisasikan adalah proses dalam memastikan kebutuhan manusia dan fisik setiap sumber daya yang tersedia untuk menjalankan rencana dan mencapai tujuan yang berhubungan dengan kegiatan yang dilakukan setiap hari. Organizing juga meliputi penugasan setiap aktifitas, membagi pekerjaan ke dalam setiap tugas yang spesifik, dan menentukan apa dan siapa yang memiliki kemampuan dalam membantu kegiatan agar tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud.

  1. Actuating (Pengerahan)

Actuating atau pengerahan adalah usaha seseorang untuk mengerahkan apa yang dimilikinya sesuai dengan tujuan yang ingin dicapainya. Actuating adalah implementasi rencana, Actuating merupakan pedoman yang membuat urutan rencana menjadi tindakan. Sehingga tanpa tindakan nyata, rencana akan menjadi imajinasi atau impian yang tidak pernah menjadi kenyataan.

Atau dengan kata lain actuating merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai pengerahan perencanaan dan penorganisasian dapat terlaksana dengan baik dan kegiatan yang dilakukan dapat berjalan secara optimal sesuai dengan apa yang telah direncanakan.

  1. Controlling (Pengawasan)

Controlling atau pengawasan, memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan sesuai dengan rencana. Fungsi dari controlling adalah menentukan apakah rencana awal perlu direvisi, melihat hasil dari kinerja selama ini. Jika dirasa butuh ada perubahan, maka seseorang akan kembali pada proses planning. Di mana ia akan merencanakan sesuatu yang baru, berdasarkan hasil dari controlling.

Seorang petani mempunyai tujuan ingin sejahtera kehidupannya dengan cara memanen hasil pertaniannya. Oleh karena itu dia memerlukan perencanaan yang baik, setelah merencanakannya dengan baik, maka hal yang selanjutnya dilakukan adalah pengorganisasian yang meliputi antara lain: mempunyai lahan (modal), penyiapan bibit, persiapan alat kerja, atau mencari pekerja. Setelah melakukan pengorganisasian maka hal yang selanjutnya dilakukan adalah pengerahan yang meliputi antara lain: Pengerjaan lahannya misalnya menggunakan tenaga orang lain dan sebagainya, menanam bibit dan lain sebagainya, dan setelah pengerahan dilakukan maka hal yang selanjutnya dilakukan adalah controlling atau mengawasi yang meliputi antara lain: merawat, menyiram, serta menjaga perkebunannya agar hasil yang didapat sesuai dengan tujuan petani tersebut.

Dosen Tarbiyah STAIN Gajah Putih Takengon

Comments

comments

News