by

Berburu Durian Ke Hutan Pinus

durin 1 Bulan Desember ini, durian akan membanjiri kawasan kecamatan Linge Aceh Tengah, kawasan sebelah tenggara.  Para penikmat durian bisa membeli durian sepuasnya dengan harga yang jauh miring dibanding  harga di pasaran.

Meskipun durian yang terdapat di Takengen  untuk saat sekarang ini berasal dari Kota Cane, bukan berarti pohon durian di Takengen, Aceh Tengah bauh dengan aroma khas ini  tidak berbuah. Di Umang Isaq, misalnya, atau  kampung Jamat,  durian di sana dikenal dengan rasa manis yang legit.

 Cita rasa yang enak dan khas membuat buah ini dijuluki raja buah. Menikmati durian langsung di kebunnya menjadi impian setiap pecinta buah satu ini. Buah yang masak dengan sempurna di pohonnya, membuat rasa durian disini tidak diragukan lagi. Disantap  dengan nasi pulut atau lemang, menambah nikmatnya makan durian.

durinKebun durian  Umang Isaq,  Umang atau Jamat,  berada diantara pohon pinus. Untuk sampai  ke kebun durian,  kita akan melewati pohon bergetah terpentin ini  dengan berjalan kaki. Salah satu tempat yang menjadi daerah tujuan berburu durian adalah Desa Umang isaq, Desa Jamat, delung sekinel.

Disini kita bisa durian di dekat  pohonnya  dengan mudah.  Kawasan ini bertetangga, hanya Umang yang agak sedikit jauh dari beberapa kawasan durian ini.  Sementara  Desa delung Sekinel, Jamat, Payung, dan sekitarnya berada dalam satu kawasan yang tidak terlalu berjauhan.

Menikmatinya juga akan terasa lain, karena anda akan disuguhkan dengan irama alam diantara desau pinus, riaknya air bening yang mengalir di sungai, serta suara penghuni alam lainya.

durin 2Kampung  Delung Sekinel,  sering disebut sebagai KampungTinggal, karena kampung yang lama di sana, berada di pinggiran sungai, penduduknya lebih banyak bermigrasi ke lokasi yang agak lebih tinggi. Disini, pohon-pohon durian terdapat di sepanjang kampung, diantara pohon pinus.

Selain itu di sana juga ada kampung  Tanjung, walau jalanya berlubang, namun akan terasa nikmat bila kita memperhatikan indahnya alam. Sedangkan untuk menuju ke Kampung Tinggal, anda harus menempuh jalan tanah dan becek karena hujan.

‘’Selama perjalanan rasa-rasa pengen pulang, tapi pas udah dapat duriannya, semua capek diperjalanan terasa terbayarkan,’ ujar konadi , salah  pecinta alam yang juga sangat gemar buah berduri ini.

Karena terletak diantara hutan porodusi, anda harus berjalan kaki beberapa meter menuju gubuk-gubuk penjual durian di tengah pohon pinus. Bukan suatu hal yang berat demi mendapatkan durian yang lezat.

Berbeda dengan durian dari  kawasan Kuta Cane,  durian di Kampung Tinggal ini memiliki rasa yang enak dan aroma yang lebih tajam, serta rasa yang manis dijamin membuat ketagihan.
Sambil menunggu durian jatuh, kita bisa  bersantai di gubuk yang ada di kebun durian.

Rasa durian di kawasan ini,  sangat berbeda jauh dengan durian biasa. Pohon-pohon durian yang besar terdapat di antara perkebunan karet milik warga. Setiap musim durian, warga bermalam di kebun mereka.

Menurut warga setempat, durian lebih banyak jatuh dari batangnya saat malam hari. Oleh karna itu, agar tidak diambil oleh orang lain, mereka  bermalam di kebun menunggu durian yang jatuh.Harga yang ditawarkan pun sangat menggiurkan.

Berkisar antara Rp 8.000 hingga Rp 20.000 saja, tergantung ukuran buahnya. Harga yang terbilang murah untuk buah durian yang lezat. Sistem tawar menawarpun menjadi adu keberuntungan anda disini. Jika anda beruntung, anda akan mendapat diskon dan bonus dari penjual.

Sebuah perburuan buah durian yang sayang untuk dilewatkan bukan? Menurut para warga disana kepada lintasgayo .com, para pemburu buah durian ini rata-rata berasal dari kota Takengen dan dan Banda Aceh. Mereka biasanya berburu buah durian ke Kampung Tinggal pada saat weekend atau tanggal merah.

‘’Biasanya kalau tanggal merah dan hari libur, banyak orang-orang dari Takengen, Banda Aceh yang datang mencari durian. Biasanya mereka berombongan makan durian di sini, terus bawa juga buat pulangnya,’’ jelas johari, salah satu penjual durian di Kampung Tinggal.

Satu tips unik dari warga Kampung Tinggal. Jika anda selesai makan durian, minumlah air dari cekukan kulit durian tadi. Hal ini dipercaya sapat mengurangi aroma durian dari mulut kita dan mencegah sendawa durian. Penasaran? Silahkan saja uji sendiri (Irwan Kayu Kul)

 

Comments

comments

News