by

Pembalakan Liar Di Syiah Utama di duga di Modali Oknum Anggota DPRK

TNI dibantu masyarakat membangun jembatan darurat di Desa Blang Panu, Kecamatan Syah Utama, Kabupaten Bener Meriah.Rabu (13/01/21). Foto: Ist.

Redelong| Lintasgayo.com – Oknum anggota DPRK Bener Meriah di duga terlibat dalam pembalakan liar yang terjadi di wilayah kemukiman Samar Kilang kecamatan Syiah Utama Bener Meriah.

Informasi ini mencuat setelah terjadinya Banjir bandang dan longsor yang telah menimbun 2 rumah warga di wilayah setempat.

Pembalakan liar disejumlah titik di kecamatan syiah utama menjadi sorotan publik setelah sepanjang jalan di wilayah tersebut longsor terjadi di sepanjang jalan milik provinsi ini.

Bahkan satu-satunya jalan utama menuju Samar Kilang tepatnya di Desa Belang Panu sempat putus total dan tidak bisa dilalui oleh masyarakat.

Suyanto salah seorang pemuda Bener Meriah kepada media ini mengatakan pihaknya mendapatkan informasi dari masyarakat sekitar bahwa sejumlah nama pejabat daerah di kabupaten Bener Meriah di duga ikut terlibat dalam pembalakan liar di kecamatan Syiah Utama.

“Banyak nama pejabat yang disebut-sebut terlibat dalam pembalakan liar di kecamatan Syiah Utama, khususnya beberapa nama oknum anggota DPRK yang diduga terlibat pembalakan liat di beberapa titik lokasi”. Katanya Selasa (19/01/2021)

Mantan Ketua Umum HMI cabang takengon ini lebih lanjut menjelaskan pihaknya telah mengantongi beberapa nama oknum sekaligus bukti kuat terkait dugaan keterlibaran oknum anggota DPRK Bener Meriah dalam pembalakan liar di kecamatan Syiah Utama.

“Setidaknya, ada 3 nama oknum anggota DPRK yang namanya disebut-sebut oleh masyarakat sekitar dan kita duga terlibat dalam pembalakan liar ini”. Katanya

“Posisi mereka diduga adalah pemilik lahan dan pemodal”. Ungkapnya

Terakhir, Suyanto meminta pemerintah daerah dan pihak penegak hukum untuk segera mengambil tindakan terkait hal ini.

“Pemerintah dan penegak hukum harus segera mengambil tindakan. Oknum-oknum yang terlibat dalam pembalakan liar di kecamatan syiah utama harus segera di tangkap dan di adili,”. Tutupnya. (Mhd/LG03)

Comments

comments