by

Peluncuran Biografi Tandai Satu Abad Sjafruddin Prawiranegara

Jakarta, (Analisa)-Puncak rangkaian acara “Satu Abad Sjafruddin Prawiranegara” berlangsung 28 Februari 2011, bertepatan dengan tanggal kelahirannya sekaligus diluncurkan biografi tokoh nasional itu. Menurut Ketua Panitia, Andi Mapetahang Fatwa atau AM Fatwa kepada pers di Gedung DPD RI di Senayan Jakarta, Sabtu, puncak acara diselenggarakan di Kantor Pusat Bank Indonesia (BI) di Jakarta.

Pada kesempatan tersebut, Panitia Satu Abad Mr Sjafruddin Prawiranegara (1911-2011) meluncurkan buku biografi “Mr Sjafruddin Prawiranegara, Presiden/Ketua PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia)”.  Panitia menyelenggarakan serangkaian acara “Satu Abad Sjafruddin Prawiranegara” melalui seminar-seminar bertema sosok dan kiprah Sjafruddin, utamanya selaku Presiden/Ketua PDRI, dibantu wakilnya Teuku Mohammad Hasan.

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI turut memfasilitasi acara pengakuan jasa Sjafruddin sebagai Menteri Kemakmuran RI yang membentuk “Pemerintahan Republik Darurat” di Sumatera.  Menurut Fatwa, serangkaian acara itu dimaksudkan untuk menghimpun sejarah sosok dan kiprah Mr Sjafruddin Prawiranegara (1911-2011) yang tidak tercatat.

“Ada serpihan sejarah yang tidak tercatat, apalagi ia belum menjadi pahlawan nasional,” kata Fatwa, juga anggota DPD asal DKI Jakarta. Fatwa menjelaskan, rencananya puncak acara dihadiri Wakil Presiden Boediono. Setelah pengantar acara, Ketua Panitia meluncurkan buku biografi Sjafruddin diikuti sambutan Gubernur BI, pembacaan pidato Presiden, puisi oleh Taufiq Ismail serta hiburan biola Idris Sardi dan lagu-lagu Bimbo.

Setelah puncak acara, panitia menyelenggarakan seminar sosok dan kiprah Sjafruddin di Gedung DPD di Jakarta. Seminar pemikiran ekonomi Sjafruddin di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) di Semarang yang rencananya dihadiri mantan Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim, seminar napak tilas perjuangan Sjafruddin di Padang Aro (Solok Selatan) serta seminar-seminar PDRI di Padang (Sumatera Barat) dan Banda Aceh (Nanggroe Aceh Darussalam).

Fatwa juga mengatakan, peringatan satu abad Sjafruddin Prawiranegara bertujuan agar rakyat Indonesia, utamanya kaum muda yang relatif tidak begitu mengenal sosok dan kiprahnya, menjadi lebih mengenal Sjafruddin sebagai tokoh perjuangan kemerdekaan.  (Ant)

Sumber : analisadaily.com

Comments

comments

News